Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kartini Masa Kini Harus Cerdas, Adaptif, Inspiratif, Inovatif, dan Kontributif

A. Nugroho • Rabu, 23 April 2025 | 21:29 WIB

 

Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana Msi, Guru Besar UIN Maliki Malang
Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana Msi, Guru Besar UIN Maliki Malang

Oleh: Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana Msi

Guru Besar UIN Maliki Malang

 

HARI Kartini yang diperingati setiap 21 April merupakan simbol perjuangan perempuan dan emansipasi. Kartini mendobrak norma-norma tradisional yang membatasi peran perempuan di masyarakat. Ia juga dikenal sebagai pelopor pendidikan perempuan agar setara dengan laki-laki.

Semangat Kartini menjadi inspirasi tetap relevan hingga kini. Terutama dalam menghadapi tantangan perempuan modern. Perempuan saat ini dituntut serbabisa.

Namun masih banyak sebagian masyarakat justru menganggap perempuan lemah. Tak jarang sering terjadi kekerasan pada perempuan. Pun dalam masalah kesehatan, sering kali terjadi ibu meninggal akibat melahirkan, pendarahan, dan lainnya.

Juga adanya stunting, yang disalahkan selalu perempuan. Berdasarkan data UNICEF pada 2022, hanya 20 persen perempuan di Indonesia yang memiliki akses terhadap cuti melahirkan berbayar dan masih kurangnya akses perempuan terhadap layanan penitipan anak yang terjangkau serta berkualitas.

Hal itu membuktikan masih kurangnya dukungan dan kesempatan yang adil terhadap perempuan dalam hal cuti melahirkan. Serta akses terhadap layanan penitipan anak yang terjangkau dan berkualitas.

Menjadi Kartini masa kini makin menghadapi tantangan yang sangat komplek. Tantangan yang dihadapi Kartini masa kini adalah perubahan yang sangat cepat yang disebut dengan volatility, uncertainty, complexity, adn ambiguity (VUCA) (Nowwaka, Ana, 2021).

Dengan tantangan tersebut, perempuan masa kini harus memiliki lima kekuatan, yaitu cerdas, adaptif, inovatif, inspiratif, dan kontributif. Pertama adalah cerdas. Yaitu perempuan yang memiliki pengetahuan yang luas dan skill yang relevan untuk meningkatkan kapasitas dirinya.

Selain itu juga memiliki pemikiran yang kritis, sehingga mampu menganalisis informasi, membuat keputusan yang tepat, dan menyelesaikan persoalan dengan bijaksana.

Lalu perempuan harus adaptif. Perempuan saat ini harus punya kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan. Sehingga mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan tantangan baru yang muncul dan mampu membuat keputusan yang cepat dan tepat.

Setelah adaptif, kemudian inovatif. Perempuan harus mampu berpikir kreatif dan menciptakan solusi baru yang memberi dampak positif pada komunitasnya, serta kaya inovasi. Perempuan mampu untuk melakukan itu karena perempuan terbiasa dengan peran gandanya.

Tak lupa juga perempuan harus inspiratif. Sifat keibuan dengan kelembutannya bukanlah menjadi kelemahan. Tetapi menjadi kekuatannya.

Begitu pula yang dikatakan perempuan itu perasa, itu pun bukan menjadi kekurangan, tetapi kelebihan untuk merasakan apa yang dihadapi warga dan organisasinya.

Kepekaan merupakan modal yang dimiliki perempuan. Poin yang terakhir adalah kontributif. Yaitu perempuan harus berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat menjadi agen perubahan bagi kemajuan lingkungannya. Bukan sekadar berpikir untuk kemajuan dirinya. Tetapi juga untuk kemajuan masyarakatnya atau warganya.

Memperingati Hari Kartini bukan saja tentang mengenakan kebaya dan menjunjung tinggi adat istiadat. Melainkan tentang semangat juang, kecerdasan, keberanian untuk tampil menjadi pembawa perubahan, dan tekad untuk memajukan bangsa dan negara.

Di era yang penuh tantangan ini, perempuan zaman sekarang harus berani mendobrak batasan, melawan stereotip gender, dan terus berkarya untuk membawa perubahan positif bagi masa depan. Mari kita bersama-sama melanjutkan perjuangan Kartini dan mengantarkan perempuan Indonesia menuju masa depan yang gemilang. Supaya para Kartini masa kini dapat mencapai potensi penuh mereka dan berkontribusi secara maksimal bagi kemajuan bangsa. (*)

Editor : A. Nugroho
#masa kini #kartini #Ilfi Nur Diana #UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang