Sebelum mengenal kata ”bolpoin”, warga Malang dulu lebih mengenal istilah ”mangsi”. Maknanya sama, yakni alat untuk menulis. Namun kini kata mangsi sudah jarang digunakan, terutama untuk anak sekolah.
Penggunaan mangsi untuk menyebut ”bolpoin” berawal dari sebuah tanaman. Yaitu buah mangsian. Buah ini berwarna hitam ketika sudah matang.
Tak hanya warna pada bagian luar, buah mangsian juga memiliki cairan hitam menyerupai tinta. Sehingga dulunya sering digunakan untuk menulis.
Setelah ada bolpoin, penggunaan mangsi mulai tergantikan. ”Sebelum tahun 1980-an, buah mangsi masih sering digunakan untuk menulis.
Biasanya digunakan menulis di tembok atau lantai plester, wahana bermain anak pada zaman tersebut,” ujar Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati.(adk/dan)
Editor : A. Nugroho