Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Masyarakat Kota Malang Kurangi Konsumsi Diluar Kebutuhan Jelang Lebaran, Penjualan Sepeda Listrik Menurun 30 Persen

Bayu Mulya Putra • Minggu, 14 April 2024 | 20:00 WIB

PEMINAT TURUN: Salah satu toko di Jalan Raya Gadang, Kecamatan Sukun menyediakan beberapa varian sepeda listrik.
PEMINAT TURUN: Salah satu toko di Jalan Raya Gadang, Kecamatan Sukun menyediakan beberapa varian sepeda listrik.

MALANG KOTA - Sepeda listrik banyak diburu masyarakat dalam dua tahun terakhir.

Bentuknya yang sederhana dengan daya listrik menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Sepeda dengan penggerak motor listrik tersebut kini banyak mengaspal di jalanan Kota Malang.

Toko-toko baru yang menjual sepeda listrik juga banyak bermunculan.

Store Manager Mitra Sejati E-Bike Robby Irawan menyebut, selama 2023 penjualan sepeda listrik mencapai 100 unit setiap bulannya.

”Awal tahun ini penjualan sepeda listrik biasa saja, cenderung turun,” tuturnya.

Dia menyebut penurunan terjadi sampai 30 persen dari bulan-bulan biasanya.

Dia melihat masyarakat cenderung menahan konsumsi untuk barang-barang di luar kebutuhan pokok saat Ramadan dan Lebaran.

“Selain itu juga mulai banyak pesaing penjual lain,” tuturnya.

Hal yang sama, kata Robby, juga terjadi pada penjualan motor listrik.

Meskipun mendapat subsidi Rp 7 juta, penjualannya belum mengalami peningkatan.

Dia berharap setelah Lebaran penjualan kendaraan listrik bisa terkerek lagi.

Pasalnya, dia melihat sebenarnya peminat sepeda listrik cukup besar.

Sebab, harganya cukup terjangkau. Mulai dari Rp 3 jutaan.

“Dengan satu kali charger sekitar 10 jam sampai dengan penuh, sepeda listrik bisa menempuh jarak sekitar 50 km,” terangnya.

Jika dikonversikan ke rupiah, charger selama 10 jam tersebut hanya butuh biaya sekitar Rp 5 ribu.

Apabila memakai BBM, jarak 50 km membutuhkan sekitar 1 liter BBM, yang harga terendahnya sekitar Rp 10 ribu.

Dengan begitu, penggunaan sepeda listrik dapat menghemat 50 persen pengeluaran.

Nurul, Admin Selis Center Malang Nurul juga mengatakan hal yang sama.

“Memang sedikit menurun awal tahun ini,” kata dia.

Dia menduga hal tersebut terjadi karena siklus penjualan awal tahun yang lesu.

Dia menyebut, kebanyakan pembeli di tokonya berasal dari Kabupaten Malang.

“Biasanya jadi alternatif buat digunakan jangkauan dekat, kan kurang memungkinkan bila pakai mobil atau motor,” tuturnya.

Nurul juga menyebut ada juga pembeli yang membelikan untuk anaknya agar dipakai pergi ke sekolah.

“Kalau anak SD gitu kan lebih aman pakai sepeda daripada motor,” imbuhnya. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#sepeda lisrik #ebike #motor lisrik