Komponen busi pada motor memiliki peran penting dalam memicu proses pembakaran di ruang mesin, sehingga motor dapat beroperasi dengan efisien.
Busi bisa terkontaminasi oleh residu gas pembakaran dalam jangka waktu tertentu, sehingga penting untuk secara rutin membersihkan elektroda-elektroda agar performa motor tetap optimal.
Setiap motor mungkin memiliki jadwal penggantian busi yang berbeda.
Namun, sebaiknya dilakukan pengecekan jika motor telah menempuh lebih dari 4.000 km untuk memastikan apakah busi perlu diganti atau tidak.
Baca Juga: Yamaha STSJ Berikan Imbauan Cek Kondisi Motor setelah Mudik Lebaran
Berikut 5 ciri busi motor yang perlu diganti, jangan sampai menunggu motor mogok sebelum memeriksa dan menggantinya
- Suara Mesin Kasar
Normalnya, mesin motor akan berbunyi halus dan stabil ketika dinyalakan.
Jika terdengar kasar dengan adanya getaran yang tidak biasa, bisa jadi saatnya untuk mengganti busi.
- Motor Sulit Dihidupkan
Ketika busi tidak berfungsi dengan baik, motor mungkin sulit untuk dinyalakan baik menggunakan electric starter maupun kick starter.
Ini disebabkan karena percikan api tidak terjadi dengan baik, sehingga mesin tidak dapat menyala.
- Mesin Tiba-Tiba Mati Saat Digunakan
Anda mungkin mengalami mesin mati secara tiba-tiba saat mengendarai motor.
Ini disebabkan oleh kurangnya percikan api di dalam ruang bakar atau silinder.
Meskipun motor mungkin bisa dihidupkan kembali dengan memberikan gas, disarankan untuk segera mengganti busi agar tidak mengalami masalah serupa di masa jalan.
- Terjadi Surging pada Motor
Surging adalah kondisi di mana pasokan udara ke ruang bakar melebihi batas yang seharusnya dalam tahap kompresor dinamis, mengakibatkan pembakaran yang tertunda dan tidak sempurna.
Hal ini dapat membuat pengendara motor merasa tidak nyaman saat berkendara.
- Busi Berwarna Coklat Gelap
Jika Anda melihat bagian ujung elektroda busi berubah warna menjadi coklat gelap, itu menandakan penurunan kinerja dan kelemahan busi. (Megan Inez Ayu Sabrina)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana