Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jangan Sembarangan Isi Bensin, Berikut Jenis BBM yang Cocok untuk Kendaraan Anda

Aditya Novrian • Selasa, 4 Juni 2024 | 20:47 WIB

Ilustrasi kendaraan diisi BBM. (Freepik)
Ilustrasi kendaraan diisi BBM. (Freepik)

RADAR MALANG - Mengisi bahan bakar saat sudah mau habis merupakan kewajiban seluruh pengendara bermotor maupun bermobil. Namun tidak sedikit pengguna yang tidak tahu bahan bakar apa yang sesuai dengan jenis kendaraan mereka.

Dengan banyaknya jenis bahan bakar yang sekarang tersedia, kita jadi tidak boleh sembarangan mengisi bahan bakar.  Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menentukan jenis bensin yang berkualitas untuk kendaraan anda.

 

  1. Nilai oktan bahan bakar

Dalam mengisi bahan bakar pengguna harus mengetahui terlebih dahulu nilai oktan atau sering disebut dengan ukuran kinerja pada sebuah mesin kendaraan. Bahan bakar yang rasionya tinggi cenderung digunakan untuk kendaraan yang memiliki nilai oktan yang tinggi juga.

Berikut contoh penggunaan bensin yang sesuai dengan tipe kendaraan di Indonesia:

  1. Oktan 87 untuk kendaraan dengan rasio 7:1 - 9:1
  2. Oktan 90 untuk kendaraan dengan rasio 9:1 - 10:1
  3. Oktan 92 untuk kendaraan dengan rasio 10:1 - 11:1
  4. Oktan 95 untuk kendaraan dengan rasio 11:1 - 12:2
  5. Oktan 98 untuk kendaraan dengan rasio di atas 12:1

 Baca Juga: Ban Motor Wajib Diganti secara Rutin. Berikut Ulasannya

  1. Memperhatikan rasio kompresi

Rasio kompresi merupakan bagian dari mesin kendaraan yang berfungsi untuk melihat volume silinder saat piston berada di bawah atau di atas. Semakin tinggi atau di atas rasionya, maka semakin banyak udara yang terkompresi.

Dari situ pengguna sudah harus mengetahui bahwa bahan bakar yang mereka perlukan semakin banyak. Contohnya adalah seperti mobil dengan silinder 2.0L yang dimana setiap silindernya membutuhkan 500 cc maka jika piston sudah rendah 500 cc gas itu terisi di dalam silinder.

Jika posisi piston berada diatas maka volumenya menjadi 50 cc. Rasio kompresi yang sudah mencapai perbandingan 1:10 bisa diartikan juga antara volume silinder ketika piston berada di titik terendah dan ketika diatas adalah 1:10.

 

  1. Harus memperhatikan jenis bensin yang sesuai dengan mesin

Mesin yang digunakan mobil terdapat dua jenis yaitu diesel dan bensin. Kedua jenis mesin tersebut tidak bisa disamakan jenis bahan bakarnya karena akan merusak mesin yang bekerja didalam kendaraan.

Mesin diesel hanya dimiliki oleh kendaraan-kendaraan besar seperti bus, truk, mobil besar termasuk mobil yang termasuk kedalam SUV (sport utility vehicle).

Diesel memiliki kapasitas mesin yang lebih besar, selain itu diesel memiliki titik nyala api yang lebih tinggi daripada mesin bensin. Maka para pengguna harus lebih berhati-hati dalam memilih bahan bakar supaya kendaraan yang mereka pakai bisa digunakan dalam jangka yang panjang. (Christina Bigtha)

Editor : Aditya Novrian
#BBM #Kendaraan