Pabrik ini diresmikan di kawasan industri Subang, menutup perjalanan VinFast sepanjang 2025 yang diwarnai ekspansi bisnis dan penguatan kehadiran di Tanah Air. Bagi VinFast, Indonesia tidak hanya diposisikan sebagai pasar, tetapi juga sebagai bagian dari jaringan produksi global perusahaan.
VinFast menyebut kehadiran pabrik sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Produksi lokal dinilai penting untuk membangun kepercayaan konsumen, memperkuat ekosistem kendaraan listrik, serta memberikan kontribusi langsung terhadap perekonomian dan industri dalam negeri.
Pembangunan pabrik Subang tergolong cepat. Hanya dalam waktu sekitar 17 bulan sejak peletakan batu pertama, fasilitas tersebut sudah mulai beroperasi. Pabrik ini menjadi fasilitas produksi keempat VinFast di dunia, serta yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara di luar Vietnam.
Pabrik VinFast Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan dikembangkan secara bertahap. Total investasi yang direncanakan mencapai lebih dari USD 1 miliar. Pada tahap awal, VinFast menggelontorkan investasi lebih dari USD 300 juta dengan kapasitas produksi awal hingga 50.000 unit kendaraan per tahun.
Fasilitas produksi tersebut dilengkapi dengan lini pengelasan bodi, pengecatan, perakitan akhir, pemeriksaan kualitas, serta fasilitas logistik. VinFast juga menyiapkan area khusus bagi pemasok dan mitra lokal sebagai bagian dari penguatan rantai pasok domestik.
Dalam jangka panjang, VinFast menargetkan peningkatan tingkat komponen dalam negeri secara bertahap. Perusahaan membidik kandungan lokal lebih dari 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030. Target tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional pengembangan kendaraan listrik dan industri otomotif berbasis energi bersih. (als/wir/adn)
Editor : Aditya Novrian