MALANG KOTA – Ada yang baru dalam acara pelantikan 17.164 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kota Malang kemarin (25/1).
Masing-masing personel KPPS di Malang wajib membawa satu pohon untuk ditanam.
Langah KPPS di Malang bawa bibit pohon itu sebagai simbol mengganti kertas yang dipakai selama pemungutan dan perhitungan suara pemilu 2024.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Aminah Asminingtyas, mengumumkan bahwa pada pelantikan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) tahun ini, setiap KPPS wajib membawa satu bibit pohon untuk ditanam.
Pelantikan ini melibatkan belasan ribu KPPS yang disebar di 57 kelurahan di Kota Malang dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
Pelantikan berlangsung pada pukul 09.00 waktu setempat.
Aminah menjelaskan bahwa pelantikan KPPS menjadi tanggung jawab Panitia Pemungutan Suara (PPS).
Sementara peran KPU sebatas melakukan pengawasan.
Pelaksanaannya tidak hanya di satu titik, melainkan di masing-masing kelurahan.
Setelah dilantik, dia melanjutkan, KPPS akan menjalani bimbingan teknis (bimtek) dan melaksanakan simulasi pencoblosan akhir bulan ini.
Karena jumlahnya belasan ribu personel, pelatihan akan dibagi selama lima hari, yaitu pada 25-29 Januari depan.
”Untuk pelatihan masih direncanakan satu kali, tidak menutup kemungkinan ada tambahan. Kemudian langsung disambung simulasi pencoblosan pada 31 Januari depan,” paparnya.
Sementara pada hari pemungutan, nantinya akan disiagakan tim kesehatan.
Tugas tenaga kesehatan (nakes) tersebut untuk mengawasi kondisi kesehatan seluruh KPPS.
”Petugas kesehatan kemungkinan akan ada di TPS (tempat pemungutan suara) dan PPK (panitia pemungutan kecamatan). Karena di dua pos itu paling berat,” jelas Aminah.
Di tempat lain, Komisioner Bawaslu Kota Malang, Hamdan Akbar Shafara, mengatakan, pihaknya memperhatikan tiga hal.
Pertama, wajib memberikan layanan terbaik kepada pemilih, baik yang ada di Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), maupun Daftar Pemilih Khusus (DPK).
Kemudian memastikan lokasi TPS mudah diakses, terutama bagi pemilih difabel.
Tak lupa juga, TPS tidak boleh berdekatan dengan simpatisan peserta pemilu demi menjaga netralitas.
”Terakhir, KPPS harus mengikuti petunjuk teknis yang ditetapkan KPU dalam penghitungan suara,” tutur Hamdan.
Sedangkan di Kota Batu, 4.277 KPPS menjalani pelantikan.
Mereka akan disebar ke 611 TPS se Kota Batu.
Pelantikan digelar serentak di setiap desa atau kelurahan.
Di Desa Pesanggrahan misalnya, ada ratusan KPPS yang dilantik.
”Kali ini yang dilantik ada 266 KPPS,” ujar Ketua PPS Desa Pesanggrahan Trubus Mulyadi.
Seperti di Kota Malang, KPPS di Kota Batu juga diwajibkan membawa pohon saat pelantikan.
”Ini (membawa pohon) sesuai instruksi KPU RI. Kami memberikan sumbangsih dengan menanam pohon di setiap TPS,” kata Trubus.
Salah satu anggota KPPS yang dilantik, Firman Aji Wijaya, mengatakan, dia membawa bibit pohon beringin setinggi 80 sentimeter.
”Paling tidak, penghijauan di Kota Batu bisa bertambah. Apalagi Kota Batu sekarang rawan banjir,” terang warga Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan ini. (adk/ifa/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana