MALANG KOTA - Komposisi kursi DPRD Kota Malang periode 2024-2029 kemungkinan bakal berubah.
Dinamika diprediksi terjadi pada empat partai politik peraih suara terbanyak pada periode sebelumnya.
Yaitu PDIP.
Misalnya PDPI yang pada Pemilu 2019 mendapatkan 12 kursi.
Hasil penghitungan internal partai berlogo kepala banteng itu menunjukkan angka optimistis pada pemilu kali ini adalah 9 sampai 10 kursi.
Sekretaris DPC PDIP Kota Malang Eko Herdiyanto menuturkan, turunnya perolehan kursi di DPRD Kota Malang merupakan imbas dari hasil pemilihan presiden (pilpres).
Sebab, perolehan suara pasangan yang diusung PDIP, yakni Ganjar Pranowo – Mahfud MD hanya mampu menempati urutan ketiga di Kota Malang (berdasar hitungan sementara Sirekap KPU).
”Imbas dari pilpres, suara partai ikut tergerus,” terangnya.
Pada saat yang sama, peluang caleg non-petahana untuk menyumbang tambahan kursi sangat sulit.
”Dari 10 kursi yang bisa kami raih, kemungkinan wajah baru hanya dua orang. Tapi itu masih belum pasti. Kami tetap harus menunggu real count,” sambung pria yang duduk di Komisi C DPRD Kota Malang itu.
Di tempat lain Sekretaris DPC Gerindra Kota Malang Rimzah meyakini partainya mendapatkan tambahan kursi pada tahun ini.
Tidak hanya satu kursi, tapi juga bisa dua kursi.
”Sementara ini yang hampir pasti enam, tapi kami harapkan bisa tembus 7,” ungkapnya.
Jika prediksi itu benar, maka Pemilu 2024 menjadi berkah bagi Partai Gerindra.
Selain Pilpres yang untuk sementara mengantarkan pasangan usungan mereka unggul, Gerindra juga punya peluang menambah perolehan kursi DPR-Ri dari daerah pemilihan Malang Raya.
”Tentu keberhasilan peningkatan suara ini ada dampak dari sosok Pak Prabowo. Kemudian dilanjutkan Pak Moreno (Ketua DPC) di tingkat kota,” terang politikus yang juga menjabat Wakil Ketua III DPRD Kota Malang itu.
Efek ”ekor jas” pilpres juga dirasakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kota Malang.
Ketua DPC PKB Kota Malang H Fatchullah yakin sudah mengamankan delapan kursi.
Artinya sudah ada peningkatan satu suara dibanding hasil Pemilu 2019.
”Minimal kami dapat 8 kursi, bisa jadi sembilan. Tapi kami juga tetap menunggu hasil KPU,” paparnya.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Malang Ernanto Djoko Purnomo optimistis bisa mempertahankan jumlah kursi, sama seperti pada 2019 lalu.
Yakni enam kursi. Namun dia tidak memungkiri adanya peluang penambahan kursi.
”Insya Allah bisa bertambah satu sampai dua. Tapi kami juga menunggu perhitungan di kecamatan selesai,” pungkas Djoko.(adk/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana