MALANG KOTA - Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Malang 2024 tinggal enam bulan lagi.
Sejumlah partai politik (parpol) terus bergerilya menyiapkan kandidatnya.
Prediksi pada Pilwali tahun ini, sedikitnya ada tiga pasangan calon yang akan maju.
Tiga kandidat itu kemungkinan berasal dari usulan PDIP, PKB dan PKS.
Prediksi itu didasarkan pada jumlah kursi yang diraih ketiga parpol tersebut dalam pemilu legislatif (pileg) 2024.
Untuk diketahui, ada aturan ambang batas pencalonan senilai 20 persen.
Itu dihitung dari jumlah kursi di tiap DPRD kota/kabupaten.
Dengan total 45 kursi dewan di Kota Malang, minimal parpol butuh 9 kursi untuk bisa mencalonkan calon wali kota sendiri.
Dari ketentuan itu, hanya PDIP yang bisa mencalonkan jagoannya tanpa harus berkoalisi.
Sebab, mereka dipastikan mengantongi 9 kursi dari Pileg 2024.
Sedangkan PKB meraih 8 kursi.
Itu artinya butuh tambahan satu kursi lagi agar mereka punya kandidat wali kota.
Sementara PKS yang mendapatkan 7 kursi juga butuh tambahan dua kursi untuk mengusung calonnya pada bulan November mendatang.
Intinya, PKB dan PKS harus berkoalisi dengan partai lain bila ingin mengusung calon wali kota.
Selain melihat dari jumlah kursi, persiapan tiga parpol itu untuk mengusung calon wali kota cukup matang.
PDIP dan PKS telah mengantongi beberapa nama yang hendak dicalonkan.
Sedangkan, PKB berniat melakukan penjaringan pada pekan ini.
Dari PDIP, ada tiga nama yang menjadi kini muncul menjadi kandidat awal calon wali kota.
Yakni Dewanti Rumpoko, Sri Untari dan Wahyu Hidayat.
Dewanti merupakan mantan Wali Kota Batu periode 2018-2023.
Sedangkan Sri Untari merupakan Sekretaris DPD PDIP Jatim dan Anggota DPRD Jatim.
Wahyu Hidayat merupakan Sekda Kabupaten Malang dan kini menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang.
Sumber internal PDIP yang tak mau disebutkan namanya membenarkan bila Dewanti Rumpoko dan Sri Untari masuk dalam bursa.
Namun, dia menyebut bila nama-nama yang ada saat ini belum final.
Sebab, DPC PDIP Kota Malang masih melakukan penjaringan.
Baik dari internal maupun eksternal.
”Sementara kandidat internal (kader PDIP) ada Bu Untari dan Bu Dewanti. Kalau Pak Wahyu mungkin saja (masuk). Yang pasti prosesnya masih panjang,” tutur sumber tersebut.
Ketua DPC PDIP Kota Malang I Made Riandiana Kartika menegaskan bila partainya belum mengumumkan kandidat siapa saja yang akan diusung.
”Sampai saat ini masih proses penjaringan. Jadi belum ada yang kami usung,” kata dia.
Made menyadari bila beberapa nama kini masuk dalam rumor.
Dia tak ambil pusing dengan hal tersebut.
Made lantas memberikan clue sosok yang bakal mereka jagokan.
Pihaknya berkomitmen mengusung bakal calon yang memiliki pengalaman di birokrasi.
Itu artinya, Dewanti Rumpoko dan Wahyu Hidayat masuk dalam kriteria tersebut.
”Mereka yang sudah pernah kerja di pemerintahan akan sangat kami pertimbangkan,” tandas pria yang juga menjabat Ketua DPRD Kota Malang itu.
Meski bisa mencalonkan kandidat sendiri, Made menegaskan bila partainya tetap akan berkoalisi pada pilkada tahun ini.
Sebab menurut dia, upaya membangun Kota Malang tidak bisa dilakukan sendirian.
”Karena itu, selain menjaring calon, kami juga mulai berkomunikasi dengan partai lain,” papar Made.
Sementara itu, partai pemenang kedua Pileg 2024 Kota Malang, PKB, masih menutup rapat kandidat yang hendak diusung.
Sebab, proses penjaringan baru dilakukan pekan depan.
Meski begitu, muncul beberapa rumor tokoh yang hendak diusung mereka.
Nama-nama seperti Moch. Anton dan Arief Wahyudi yang paling mencuat.
”Empat nama itu akan diajukan ke DPW (dewan pimpinan wilayah) dan selanjutnya ke DPP (dewan pimpinan pusat),” imbuh Ernanto.
Saat ini mereka baru menyaring dua nama.
Yakni Ahmad Fuad Rahman yang merupakan anggota Komisi D DPRD Kota Malang periode 2018-2023.
Selain itu, ada Dwi Hari Cahyono yang diketahui sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim periode 2019-2024 sekaligus salah satu tokoh dalam Nahdlatul Ulama (NU).
Terkait rencana koalisi, pihaknya mengaku masih melakukan komunikasi dengan beberapa parpol.
Terutama dengan koalisi pilpres yang meliputi Partai Nasdem dan PKB.
”Tapi semua peluang tetap kami jajaki,” imbuh dia.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar Kota Malang Eddy Widjanarko belum mau berbicara banyak mengenai rumor kandidat dari partainya.
Dia hanya menyatakan bahwa hasil dari rapat kerja daerah (rakerda) menetapkan pihaknya akan mengusung Sofyan Edi Jarwoko sebagai bakal calon wali kota.
Itu karena Sofyan Edi sudah memiliki track record sebagai birokrat karena pernah menjabat sebagai wakil wali kota Malang.
Untuk rencana koalisi maupun tahap selanjutnya, Eddy masih enggan menjelaskan.
”Nanti akan ada rapat pimpinan partai terlebih dahulu,” ucap dia. (adk/mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana