MALANG RAYA - Lima kandidat petahana atau incumbent berpotensi maju dalam Pilkada 2024. Dari Kota Malang, ada dua nama yang terus masuk dalam rumor pencalonan. Yakni Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan mantan Wakil Wali Kota Malang periode 2018-2023 Sofyan Edi Jarwoko.
Kabarnya, Wahyu sudah didekati sejumlah partai. Sementara Sofyan Edi dikabarkan sudah mendapat rekom dari DPP Partai Golkar untuk bertarung di Pilkada Kota Malang 2024.
Dari Kabupaten Malang, pasangan Bupati HM. Sanusi dan Wakil Bupati Didik Gatot Subroto terus menunjukkan langkah politiknya. Sanusi sudah mendaftar ke DPC PDIP Kabupaten Malang. Sementara Didik Gatot sudah mendaftar ke DPC PDIP Kota Batu.
Dari Kota Batu, hanya satu kandidat petahana yang sudah menunjukkan langkah politiknya. Dia adalah Punjul Santoso, mantan Wakil Wali Kota Batu periode 2017-2022. Kandidat lainnya seperti Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai masih adem ayem dari rumor politik.
Selain kelima tokoh itu, ada dua petahana lainnya yang berpotensi muncul dalam kontestasi Pilkada 2024. Yang pertama yakni Sutiaji, mantan Wali Kota Malang periode 2018-2023. Serta Moch. Anton mantan Wali Kota Malang periode 2013-2018.
Tak seperti kandidat lainnya, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat cenderung pasif dalam Pilkada 2024. Sebab, dia masih menyandang status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Namanya muncul berdasar hasil penjaringan dari PKS dan Gerindra. Ketua Tim Pemenangan Pilkada PKS Kota Malang Trio Agus Purwono menyebut, nama Wahyu Hidayat tidak sendirian. Ada tujuh kandidat yang berpeluang maju sebagai calon kepala daerah dari partainya. Terdiri dari empat kader internal dan tiga eksternal.
Di antaranya Dwi Hari, Ahmad Fuad Rahman, Asmualik dan Rendra Masdrajat merupakan kader parpol. Sedangkan dari eksternal ada tiga nama yakni Wahyu Hidayat, Imam Supandi dan Tabrani. ”Kami tidak membuka pendaftaran secara terbuka. Nama-nama itu merupakan hasil penjaringan dan merupakan kandidat yang potensial,” tutur Trio.
Sementara itu, Sekretaris DPC Gerindra Kota Malang Rimzah mengakui ada nama Wahyu Hidayat dalam radar partainya. Itu berdasar survei yang telah dilakukan Gerindra. Hasilnya, Wahyu menjadi salah satu kandidat dengan suara tertinggi.
”Benar ada nama Pak Wahyu, selain itu ada juga nama mantan wali kota Sutiaji,” kata Rimzah. Dari survei itu, dia menerangkan, pihaknya masih menunggu instruksi DPP Gerindra untuk langkah selanjutnya. Yakni melakukan pengerucutan di tingkat daerah atau mengirim semua nama-nama kandidat hasil survei ke pusat.
”Kriteria pasti yang harus dimiliki calon dari Gerindra harus mendukung program dari Pak Prabowo. Salah satunya program makan bergizi,” terang pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Malang itu. Selain Wahyu Hidayat, petahana yang tidak bisa dihilangkan dari daftar yakni mantan Wali Kota Malang periode 2018 - 2023 Sutiaji.
Namun, pria asli Lamongan itu belum menunjukkan manuver politik untuk maju di Pilkada 2024. Sutiaji belum melakukan pendaftaran kepada partai besar. Seperti PDIP maupun PKB. Di partainya sendiri, yakni Partai Demokrat, bapak tiga anak itu juga belum melakukan pendaftaran.
Tunggu Rekom, Parpol Jajaki Koalisi
Di Kabupaten Malang, Bupati HM. Sanusi hingga saat ini masih menunggu rekomendasi DPP PDIP. Sejauh ini, ada satu bakal calon yang juga berpotensi direkomendasikan DPP PDIP. Yakni Gunawan Wibisono HS, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Selama menunggu rekomendasi, parpol di Kabupaten Malang terus melakukan penjajakan untuk mencari pendamping yang sesuai saat maju dalam kontestasi politik tingkat daerah. Seperti pada akhir Mei lalu, saat tiga perwakilan parpol besar di Kabupaten Malang mengadakan pertemuan non-formal. Yakni Partai Gerindra, PDIP, dan Partai Golkar.
”Ketiga partai ini sama-sama membawa nama. PDIP membawa Pak Gunawan dan Pak Sanusi, Gerindra membawa Pak Chusni, serta Golkar membawa Pak Siadi,” ujar Sekretaris DPC Partai Gerindra Zia’ul Haq. Dalam diskusi tersebut, mereka juga mendiskusikan tokoh-tokoh yang cocok untuk membangun Kabupaten Malang selama lima tahun ke depan.
”Keputusannya nanti dilakukan survei oleh masing-masing parpol,” ujar anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang itu. Selain menyesuaikan bakal pasangan calon, dalam diskusi itu juga disampaikan visi yang akan dijadikan acuan dalam memimpin Kabupaten Malang. Zia menyebut, secara umum, visi mereka tetap sama. Yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tempat lain, Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang Abdul Qadir menyebut, komunikasi yang terjalin antar tiga partai itu masih sebatas menyamakan frekuensi. Itu terkait upaya penguatan peran partai, baik di parlemen maupun masyarakat.
Namun, figur yang pasti akan diusung belum ditentukan. Sebab, rekomendasi calon bupati dari DPP belum turun. Juga hal-hal yang terkait kerja sama partai dalam Pilkada 2024. Itu juga akan dilaporkan kepada DPC. ”Selanjutnya, tinggal nanti DPC secara kelembagaan menguatkan saja, dan kami selalu update perkembangan dinamika di daerah kepada DPP melalui DPD,” kata dia.
Berbeda dengan Kota dan Kabupaten Malang, parpol di Kota Batu tampak berhati-hati dalam menjalin komunikasi dengan Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai. Sebab, yang bersangkutan juga masih menyandang status sebagai ASN.
Ketua DPC PKB Kota Batu Nurochman mengaku, hingga kini pihaknya belum menjalin komunikasi sama sekali dengan Aries. ”Kami tidak melakukan pendekatan karena sepertinya beliau tidak ingin mencalonkan diri,” ujarnya.
Ketua DPC PKS Kota Batu Adi Sayoga juga mengatakan hal yang sama. Hingga kini pihaknya tidak pernah menjalin komunikasi politik dengan Aries. Sebab, pihaknya mendapat informasi kalau Pj Wali Kota Batu tidak berniat maju dalam Pilkada 2024. ”Rumornya seperti itu,” kata dia.
Satu-satunya petahana yang masuk dalam rumor Pilkada yakni Mantan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. Ketua PDIP Kota Batu tersebut sudah mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota Kota Batu dari PDIP. Namun hingga kini yang bersangkutan masih menunggu rekomendasi dari DPP PDIP. (adk/yun/sif/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana