MALANG KOTA – Wajah tiga figur populer punya peluang besar terpampang di surat suara Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang November mendatang.
Mereka adalah Wahyu Hidayat yang saat ini menjabat Pj Wali Kota Malang, mantan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dan mantan Wali Kota Malang Moch. Anton.
Parpol dan koalisinya yang mendekati figur-figur tersebut sudah memenuhi syarat minimal kepemilikan kursi di legislatif.
Ketiganya memang sama-sama miliki nilai plus.
Misalnya Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Meskipun hanya menjabat sementara, popularitasnya langsung melesat.
Bahkan menarik minat partai politik untuk mengusungnya sebagai calon wali kota.
Berdasar rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) Mei lalu, Wahyu berada di posisi keempat kandidat calon wali kota paling populer.
Baca Juga: Dua Kandidat Calon Wali Kota Malang Ancang-Ancang Daftar ke PDIP
Popularitas itu membuat beberapa parpol melakukan penjajakan. Seperti Partai
Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Golongan Karya (Golkar), dan Partai Keadilan Sejahtera.
Bahkan, Partai Golkar menganggap Wahyu Hidayat sebagai figur terkuat yang akan memenangkan kontestasi tahun ini.
Keyakinan itu pernah disampaikan Departemen Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Wilayah Jawa 3 Ahmad Irawan.
Indikatornya adalah kiprah Wahyu sebagai Pj Wali Kota Malang yang begitu cepat mendongkrak popularitas namanya.
”Sekarang Pak Wahyu banyak dibicarakan, sehingga ini menjadi pertimbangan kami. Di tambah dia isunya akan digandeng Gerindra,” tutur Irawan.
Seperti diketahui, Golkar dan Gerindra merupakan partai yang tergabung Koalisi Indonesia Maju di tingkat nasional.
Dua parpol tersebut sukses mengantarkan Prabowo Subianto memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden 2024.
Beberapa waktu lalu, petinggi Gerindra Kota Malang menyatakan ingin mencoba mengimplementasikan koalisi di tingkat pusat ke ke Kota Malang.
Dengan demikian, koalisi Partai Gerindra dan Golkar mendukung Wahyu Hidayat bisa saja terjadi.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kota Malang Moerono Soeprapto mengakui nama Wahyu Hidayat masuk radar partainya.
Saat ini, Gerindra tengah melakukan survei calon wali kota.
Ada 28 nama yang akan disurvei.
Terkait kriteria ideal, Moreno mengatakan, cawali dari Gerindra harus memiliki visi yang sama dengan pemerintah pusat.
Misalnya ikut menyukseskan program makan bergizi.
”Kami ingin calon yang meneruskan pembangunan Kota Malang dan satu visi dengan program pemerintah pusat,” ujar Moreno.
Baca Juga: Ini Daftar Nama Bakal Calon Wali Kota Malang dari PKS, Pj Wahyu Hidayat Masuk Incaran
Sementara itu, kandidat kuat lainnya yang punya peluang menghiasi surat suara adalah Moch. Anton atau Abah Anton.
Mantan Wali Kota Malang periode 2013-2018 itu digadang-gadang menjadi calon dari PKB dan Demokrat.
Bahkan, partai besutan SBY itu telah mengeluarkan surat tugas untuk Abah Anton.
Ketua DPC Demokrat Kota Malang M Imron menyampaikan, surat tugas itu diberikan kepada Moch. Anton dan Ardantya Syahreza sebagai calon kepala daerah.
Tugas pertama yang harus dilakukan adalah melakukan komunikasi dengan partai politik (parpol) lain untuk memenuhi persyaratan minimal 20 persen kepemilikan kursi di DPRD.
Sementara tugas kedua adalah mencari dan mengusulkan pasangan calon Wakil Wali Kota Malang yang berpotensi mendampingi.
”Ketiga melakukan survei dan melaporkan survei terkini koalisi parpol yang sudah diperoleh kepada DPP Partai Demokrat,” terang Imron.
Tugas itu harus bisa dilaksanakan dalam jangka waktu kurang dari 21 hari.
Sumber di internal PKB mengatakan bahwa Abah Anton masih menjadi yang terkuat sebagai calon wali kota.
Bahkan menempati popularitas tertinggi hasil survei LSI pada Mei lalu.
Di bagian lain, PDIP menjadi satu-satunya parpol yang bisa mengusung calon Wali Kota Malang tanpa harus berkoalisi.
Sebagai parpol dengan perolehan suara terbesar di Kota Malang, PDIP juga mengusung semangat mengusung kader internal untuk posisi calon wali kota.
”Kami mencari yang berpengalaman di eksekutif dan legislatif. Bu Dewanti (Dewanti Rumpoko) salah satunya. Kami dari DPC juga sudah mengusulkan beliau ke DPP,” ujar Ketua DPC Kota Malang I Made Riandiana Kartika.
Baca Juga: Calon Wali Kota Malang Jalur Non Partai Wajib Punya Ini Bila Ingin Lolos Syarat Administrasi
Made menekankan, meskipun bisa mengusung calon sendiri, pihaknya tetap ingin akan melakukan koalisi.
Syaratnya, kader dari PDIP harus menjadi calon wali kota.
Untuk wakilnya, bisa dari partai lain.
Sementara itu, pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya (UB) Abdul Aziz berharap partai politik mempromosikan sosok yang baik.
Parpol juga harus mengurangi kerakusan mendapatkan keuntungan besar dalam pilkada.
Karena itu, dia menilai akan lebih baik jika banyak calon yang bersaing dalam pilkada.
Baik calon independen maupun calon yang maju melalui partai politik (parpol).
Dengan demikian, masyarakat tak fokus pada calon yang itu-itu saja. (adk/mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana