Abah Anton Bakal Konsultasi dengan Pengurus DPP PKB
MALANG KOTA - Setelah mendapat angin segar terkait peluangnya bisa maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Malang, Mochamad Anton mulai memanasi mesin.
Kini dia mulai menjaring lima kandidat yang akan dipilih menjadipendampingnya (selengkapnya baca grafis).
Pria yang akrab disapa Abah Anton itu telah menerima mandat dari pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk berkomunikasi dengan seluruh partai.
Komunikasi dilakukan untuk menjaring siapa kandidat yang potensial menemani Anton.
Sebab, delapan kursi yang diraih PKB pada pemilihan legislatif (pileg) Kota Malang Februari lalu masih kurang.
”Saya sudah bertemu dengan semua partai, termasuk PDIPerjuangan. Semua sepaham, untuk membangun Kota Malang perlu kolaborasi,” tutur pria yang saat ini menjadi pengusaha durian itu.
Selain bertemu dengan pengurus partai, Anton mengatakan, sudah bertemu dengan beberapa nama yang ramai digadang-gadang menjadi bakal calon wakil wali kota (wawali).
Dari nama-nama yang ditemui tersebut, Anton mengaku masing-masing orang juga memiliki spirit yang sama untuk memajukan Kota Malang.
Namun untuk memilih satu nama paling kuat, pria keturunan Tionghoa itu tidak ingin terburu-buru.
Dirinya akan berkonsultasi dengan para senior sebelum menentukan pasangannya.
Selain itu, Anton juga akan berkunjung ke Jakarta untuk menjalin komunikasi dengan pengurus DPP PKB.
Anton dijadwalkan akan berangkat ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan DPP PKB hari ini.
Sehari setelahnya, yakni Sabtu (27/7), Anton dijadwalkan akan mengunjungi kantor DPP Demokrat.
”Maksud ke Jakarta untuk melaporkan yang sudah saya kerjakan dalam membangun komunikasi politik,” ujar pria kelahiran 31 Desember 1965 itu.
Setelah melaporkan hasil tugas, Anton memperkirakan rekomendasi akan turun pada awal Agustus.
Rekomendasi tersebut akan mencantumkan nama bakal calon wawali.
Sembari menunggu rekomendasi, mantan Wali Kota Malang periode 2013-2018 itu tengah menyiapkan sejumlah dokumen untuk memenuhi persyaratan pendaftaran.
Sementara itu, Ahmad Fuad Rahman, salah satu kandidat pasangan Anton menyampaikan, tak masalah jika berduet.
Fuad menyebut Anton memiliki pengalaman memimpin Kota Malang.
Di samping itu, tingkat elektabilitas Anton saat ini bisa dibilang masih tinggi.
Itu bisa terlihat ketika Anton mendaftarkan diri menjadi bakal calon kepala daerah ke DPC PKB Kota Malang beberapa bulan yang lalu.
Beberapa tokoh masyarakat ikut menemani dia mendaftar.
Terkait masalah hukum yang menjadi sorotan, Fuad tak terlalu pusing untuk menanggapinya.
”Saya kira kalau masalah hukumnya selesai, beliau (Anton) pantas maju,” tutur Fuad. (adk/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana