Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Begini Tantangan Calon Walikota Malang dan Bupati Malang yang Daftar Injury Time di Pilkada 2024

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 30 Agustus 2024 | 17:15 WIB

CERIA: heri cahyono dan Ganis Rumpoko berjalan menuju KpU Kota Malang diantar simpatisan dan kader pdip. Foto kanan, Gunawan Wibisono dan Umar Usman diarak menggunakan kereta kencana menuju KpU Kabupa
CERIA: heri cahyono dan Ganis Rumpoko berjalan menuju KpU Kota Malang diantar simpatisan dan kader pdip. Foto kanan, Gunawan Wibisono dan Umar Usman diarak menggunakan kereta kencana menuju KpU Kabupa

MALANG RAYA - Hari terakhir pendaftaran Pilkada kemarin (29/8) ditutup oleh dua pasangan calon.

Di Kota Malang ada Heri Cahyono (Sam HC) dan Ganis Rumpoko yang diusung PDI-P.

Sementara di Kabupaten Malang ada Gunawan Wibisono–Umar Usman yang diusung Partai Golkar, PKS, Demokrat, dan Hanura.

Mereka melawan kandidat lain yang memiliki modal dukungan awal lebih besar.

Misalnya paslon Sam HC Ganis yang diusung PDIP tanpa berkoalisi dengan parpol lain.

Baca Juga: Lagi, KPU Kota Malang Umumkan Dukungan Sam HC-Boncell Dinyatakan TMS

PDIP memang partai pemenang pemilu legislatif 2024 di Kota Malang dengan meraih 9 kursi atau 16,7 persen suara dari total suara sah.

 Namun, karena tanpa koalisi, modal dukungan awal itu menjadi yang paling kecil jika dibandingkan dengan dua paslon lawan mereka.

Sebagai perbandingan, pasangan Wahyu - Ali (Wali) diusung 10 partai plus 3 partai pendukung.

Modal dukungan awal paslon Wali menjadi yang terbesar karena gabungan perolehan suara mereka pada Pemilu 2024 sekitar 55 persen persen.

 Begitu juga pasangan Abah Anton-Dimyati (Abadi) yang diusung tiga parpol plus dukungan satu parpol lain.

Total gabungan perolehan suara mereka pada pemilu 2024 sekitar 25,5 persen.

Menanggapi analisis semacam itu, Ketua DPC PDI-P Kota Malang I Made Riandiana Kartika menegaskan bahwa Sam HC-Ganis tidak sendiri.

Meski PDIP tidak bergandengan dengan parpol lain, Made menegaskan bahwa paslon yang diusung berkoalisi dengan rakyat.

”Sam HC juga memiliki kekuatan sendiri. Ada koalisi rakyat di belakangnya,” ujar Made.

Dia tidak menampik bahwa Sam HC-Ganis harus bekerja keras untuk memenangi kontestasi.

Hal yang harus dilakukan adalah segera turun ke lapangan.

PDIP sudah meminta agar pasangan itu langsung bertemu dengan masyarakat mulai tadi malam untuk mendengar keluhan dan aspirasi mereka.

Terkait rekomendasi yang dikeluarkan menjelang akhir pendaftaran, Made mengatakan hal itu sudah menjadi ciri khas PDIP.

Menurutnya, DPP mempertimbangkan banyak faktor dan perkembangan situasi terbaru untuk mengusung kandidat terbaik.

”Kami minta agar paslon mampu beradu gagasan. Jangan hanya iming-iming sementara yang membutakan masyarakat,” tutur legislator asal dapil Lowokwaru itu.

Infografik Optimisme Paslon Terakhir
Infografik Optimisme Paslon Terakhir

Baca Juga: 18.369 Dukungan untuk Sam HC-Rizky Boncell Dinyatakan TMS, Calon Independen Pilwali Kota Malang Gugur?

Sementara itu, Heri Cahyono mengaku sama sekali tidak mendaftar kepada PDIP Kota Malang.

Dia menilai rekomendasi untuk dirinya merupakan bukti bahwa PDIP memberikan apresiasi kepada putra terbaik Kota Malang.

”Saya tidak dipaksa menjadi kader atau berbaju merah. Saya boleh jadi diri sendiri. Jargonnya juga masih onok sing anyar,” terangnya.

Sam HC juga mengaku siap adu gagasan dengan paslon lainnya.

Misalnya tentang dua masalah krusial Kota Malang, yakni kemacetan dan banjir.

Bertekad Wujudkan Malang Gemilang

Di KPU Kabupaten Malang kemarin, pasangan Gunawan Wibisono dan dr Umar Usman mendaftar dengan diantar empat parpol pengusung.

 Yakni Partai Golkar, PKS, Demokrat, dan Hanura. Masyarakat dari berbagai komunitas turut mengiringi mereka.

Jumlahnya sekitar 2.000 orang.

“Kami akan menawarkan program-program perubahan dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga dapat terwujud Malang Gemilang,” ucapnya saat ditemui setelah ziarah di Makam Ki Ageng Gribig.

Untuk mewujudkan program tersebut, dia akan melibatkan berbagai kalangan. Termasuk generasi z (gen z) yang dianggap menjadi harapan utama.

“Inovasi-inovasi mereka sangat kami harapkan untuk program-program yang kami susun,” imbuh mantan Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Kota Malang itu.

Gunawan juga mengaku sudah memenuhi seluruh persyaratan administratif pendaftaran.

Antara lain salinan keputusan kepengurusan dari DPP, salinan keputusan kepengurusan dari DPC, formulir model B pencalonan (B1 KWK), dan formulir model B persetujuan (rekomendasi partai).

“Setelah pendaftaran, kami akan menyiapkan tim untuk mengatur kegiatan. Jangan sampai ketika turun ke masyarakat, malah tidak tertata. Kami juga ingin menciptakan suasana kondusif,” ucap anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024 itu.

Baca Juga: Sam HC-Rizky Boncell Kantongi 2.000 Dukungan Tambahan di Kota Malang

 Dari segi modal awal dukungan, partai pengusung Gunawan-Umar memiliki 345.321 suara hasil pemilu legislatif 2024 di Kabupaten Malang.

 Jumlah tersebut memang jauh di bawah angka dukungan awal koalisi parpol l pengusung paslon Sanusi-Lathifah yang mencapai 1.134.841 suara.

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Wahyudi Winarjo MSi menyebutkan, paslon Sanusi-Lathifah maupun Gunawan-Umar memiliki peluang 50-50.

Menurutnya, jika mesin partai pendukung bergerak serempak, SanusiLathifah lebih leading.

”Akan tetapi, jika Gunawan-Umar berasal dari konstituen yang saling beririsan, maka akan terjadi saling mengiris,” imbuhnya.

 Contohnya, Gunawan dan Sanusi sama-sama kader PDIP. Maka diperkirakan akan terjadi tarik-menarik dukungan di akar partai.

Begitu pula dengan Lathifah dan dr Umar yang basis dukungannya dari Nahdlatul Ulama (NU).

Maka akan terjadi perebutan pengaruh di kelompok yang sama. (adk/yun/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#calon walikota malang 2024 #Ganis Rumpoko #Umar #gunawan wibisono #sam hc #Bupati Malang #Usman