PASANGAN GUS maju pada Pilkada Kabupaten Malang 2024 dengan diusung empat partai politik (parpol).
Yakni Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hanura, dan Demokrat.
Gunawan pernah menjadi anggota DPRD Jatim, sementara Umar merupakan ASN Pemkot Malang.
Pada saat berdiskusi dengan awak redaksi Jawa Pos Radar Malang, Gunawan mengungkapkan bahwa Kabupaten Malang memiliki berbagai potensi yang luar biasa.
Tapi belum bisa dimanfaatkan secara optimal.
Dia mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang perkembangan Kabupaten Malang yang masih stagnan.
”Masak ya begini-begini terus,” ujarnya menirukan keluhan masyarakat.
Karena itu, Gunawan berjanji memaksimalkan potensi Kabupaten Malang dari berbagai sektor.
Berbagai potensi yang sudah ada harus dilihat sebagai modal yang kalau dimanfaatkan dengan benar dapat membawa perubahan signifikan.
”Kami akan membangun ekonomi berbasis local wisdom. Intinya bagaimana masyarakat bisa memaksimalkan produk masing-masing hingga tuntas,” ucapnya.
Pria asal Kecamatan Gondanglegi itu menilai selama ini banyak masyarakat belum memahami cara meningkatkan nilai tambah produk.
Contohnya, bagaimana menjual padi tidak dalam bentuk gabah.
Melainkan dalam bentuk produk olahan yang harga jualnya lebih tinggi.
Kondisi yang sama bisa dilihat dalam penjualan kopi.
Masih perlu dioptimalkan penjualan dalam bentuk olahan.
”Harga kopi yang dijual di tempat wisata atau di hotel jauh lebih tinggi dibandingkan yang dijual langsung dari lahan pertanian. Petani juga perlu didorong memberikan nilai tambah pada produk pertanian mereka,” jelasnya.
Saat ditanya tentang masalah yang paling urgent untuk segera dilakukan jika terpilih, Gunawan menyebut tiga bidang.
Yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Semuanya dilaksanakan secara simultan.
Boleh saja menggenjot pertumbuhan ekonomi, tapi masyarakatnya harus tetap sehat.
”Akses kesehatan untuk masyarakat harus dimudahkan,” jelasnya.
Untuk pendidikan, pihaknya ingin memberantas pungli di sekolah negeri.
Selama ini pemerintah sudah bersusah payah menggratiskan pendidikan di sekolah negeri.
Sangat ironis kalau kemudian ada pungutan yang sangat membebani.
”Yang juga tidak kalah penting adalah rasionalisasi dana bantuan operasional sekolah daerah (bosda),” imbuhnya.
Khusus di bidang ekonomi, pengembangan dilakukan dengan memperhatikan local wisdom.
Karena itu perlu dilakukan pemetaan potensi di masing-masing kecamatan.
Ada kecamatan yang potensi unggulannya pariwisata, ada juga yang pertanian.
Sebagai contoh wisata Sumber Sira di Kecamatan Gondanglegi yang sebelumnya hanya pemandian.
Kemudian dikembangkan dengan penyediaan kereta sawah yang menarik minat anak-anak.
”Ketika yang tertarik anak-anak, otomatis orang tuanya juga akan datang,” imbuhnya.
Sumber Sira juga menjadi contoh partisipasi masyarakat dalam pengembangan potensi daerahnya.
Wahana kereta sawah dibangun dari hasil iuran masyarakat.
Hasilnya pun kembali ke masyarakat.
Menurutnya, melibatkan masyarakat dalam pengelolaan maupun investasi akan menumbuhkan rasa memiliki.
Sementara itu, Calon Wakil Bupati dr Umar Usman mengatakan bahwa program-program itu disusun melalui eksplorasi.
Semuanya dengan memperhatikan kondisi masyarakat Kabupaten Malang.
Misalnya tentang meningkatkan nilai plus wisata dengan akses dan infrastruktur yang lebih layak.
”Nilai plus wisata itu memang bisa sangat tinggi. Jadi memang harus dimaksimalkan,” tandasnya. (yun/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana