Potensi Desa dan Layanan Kesehatan di Kabupaten Bakal Dimaksimalkan
KABUPATEN - Sampai saat ini masih ada 452 kilometer jalan di Kabupaten Malang yang masuk kategori rusak.
Lebih rinci, terdiri dari 325 kilometer jalan rusak ringan
Sedangkan 127 kilometer lainnya termasuk rusak berat.
Sementara itu, dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, total panjang jalan di Kabupaten Malang mencapai 1.668,7 kilometer.
Dari total panjang jalan tersebut, 1.218 kilometer masuk kategori mantap, atau tidak mengalami kerusakan.
Sadar masih ada pekerjaan rumah (PR) memoles jalan, dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang mengangkatnya dalam program kerja lima tahun ke depan.
Paslon H M. Sanusi dan Lathifah Shohib (Salaf) menamakan programnya dengan JAMU TEKA (Jalan Mulus Tembus Kampung-Jalan Mantap) (selengkapnya baca grafis).
Sesuai namanya, program itu tidak hanya ditujukan untuk memoleh jalan kabupaten saja.
Jalan lingkungan di dalam kampung bakal diupayakan untuk diperbaiki.
Calon Bupati Malang H M. Sanusi sadar, perbaikan jalan sepanjang ratusan kilometer tak akan cukup bila dibiayai APBD saja.
Dia mengaku bakal mengupayakan hal lain.
”Saya akan cari ke (pemerintah) pusat untuk bantuan pembangunan jalan yang masuk ke Kabupaten Malang,” ucap Sanusi.
Upaya tersebut sudah dilakukan dia pada periode sebelumnya.
Contohnya saat mengupayakan perbaikan Jalan Gondanglegi-Balekambang, yang bakal diperbaiki menggunakan bantuan dana pemerintah pusat.
Selain infrastruktur jalan, paslon nomor urut satu itu juga mengusung program peningkatan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan desa.
”Peningkatan pendapatan masyarakat melalui optimalisasi produktivitas dan industrialisasi olahan hasil pertanian akan kami dorong,” imbuh Sanusi.
Untuk mendukung program itu, Sanusi bakal menumbuhkan dan menguatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun BUMDes Bersama (BUMDesma).
Pada pertengahan 2024 lalu, ada 376 jumlah BUMDes di Kabupaten Malang.
Sementara BUMDesma ada 28 lembaga.
Di dalam naungan BUMDes maupun BUMDesma juga terdapat unit yang melayani pemasaran produk UMKM.
Ke depan, paslon Salaf berjanji bakal memfasilitasi 500 sertifikasi halal gratis untuk industri dan UMKM.
Di bidang kesehatan, paslon Salaf bakal berupaya menurunkan angka stunting dan kematian ibu hamil.
Serta memfasilitasi alat kontrasepsi bagi perempuan rentan.
Itu akan dilakukan melalui program Contra War (Contraceptive for Women At Risk).
Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, per 2023 angka kematian ibu hamil mencapai 119,84 per 100 ribu kelahiran.
Artinya, dari 100 ribu jumlah kelahiran, terdapat sekitar 119 kematian ibu hamil.
Paslon Salaf menarget bisa menurunkan angkanya hingga 97,1 per 100 ribu kelahiran pada awal pemerintahannya bila terpilih.
Sementara itu, pada Februari 2024, stunting menunjukkan angka 6,43 persen.
Itu diperoleh dari hasil pengukuran terhadap 144.054 anak dan ditemukan 9.259 anak yang mengalami stunting.
Akan tetapi, menurut hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), stunting di Kabupaten Malang masih berada di angka 19,5 persen pada 2023.
Ditargetkan, pada 2025 angka stunting menurut bulan timbang hanya 6,25 persen dan SSGI hanya 17,97 persen.
”Kami akan terus mengedukasi ibu hamil untuk menerapkan hidup sehat,” imbuh Sanusi.
Sementara itu, Paslon Bupati H Gunawan HS dr Umar Usman (GUS) mencanangkan 10 program untuk maju dalam Pilkada 2024.
Salah satunya bernama Desa Gemilang.
Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni memantik potensi desa lewat pengembangan desa ekonomi kreatif.
Muaranya, pemanfaatan potensi desa itu diharapkan mampu mendorong angka pendapatan asli desa (PADes).
Gunawan menjelaskan, secara berkala bakal mendorong angka PADes mencapai Rp 5 miliar per tahun.
Beberapa desa sudah bisa melakukannya.
”Contohnya Pujon Kidul dan Desa Sanankerto dengan Boonpringnya,” kata Gunawan.
Setelah tergali potensi wisata di masing-masing desa, pihaknya akan mendorong hal itu untuk dikembangkan.
Hal serupa juga bakal dilakukan pada sektor UMKM yang ada di desa.
Dengan adanya ekonomi kreatif, hasil pertanian warga bisa memiliki nilai jual lebih.
Misalnya dari singkong, yang harus diolah dulu menjadi produk turunan seperti keripik.
Sehingga nilai jualnya bisa bertambah.
”Singkong yang awalnya Rp 3 - Rp 4 ribu per kilogram bisa menjadi Rp 25 ribu per kilogram,” imbuh Gunawan.
Setelah UMKM bisa berjalan, mereka bisa menggandeng BUMDes.
Sehingga produk itu bisa menjadi unggulan ataupun image sebuah desa.
Untuk mendorong permodalan UMKM, dia juga berencana menyediakan kredit murah.
Sama seperti paslon Salaf, paslon GUS juga punya program pembangunan jalan.
Gunawan menyadari banyaknya keluhan dari masyarakat terkait jalan rusak.
Karena itu, salah satu program yang diusungnya diberi nama Infrastruktur Gemilang.
Aplikasinya, pembangunan jalan bakal dilakukan merata sampai di tingkat dusun.
Dalam penanganan jalan rusak, dia terinspirasi dari apa yang dilakukan mantan Bupati Malang sebelumnya, Sujud Pribadi.
Yakni dengan mengikutsertakan masyarakat untuk gotong royong melakukan penanganan jalan rusak, namun anggarannya tetap berasal dari pemerintah.
”Khususnya jalan poros desa dan lingkungan,” terang Gunawan.
Sebab yang dirasa perlu perbaikan adalah ruas-ruas jalan kecil tersebut.
Di bidang kesehatan, dia mempunyai gagasan untuk menyediakan satu desa satu ambulans.
”Jangan sampai warga kebingungan saat membutuhkan ambulans,” kata dia.
Menurutnya, saat ini belum semua desa memiliki ambulans.
Terkait pengadaannya, bakal dilakukan secara bertahap.
Salah satu sektor yang potensinya cukup besar, yakni wisata, juga masuk dalam programnya.
Dia menyinggung Kota Batu yang dulu merupakan bagian dari Kabupaten Malang.
Sekarang, sektor wisata di Kota Batu telah berkembang pesat.
Berkaca dari itu, tempat lain seperti di Kecamatan Pujon, Poncokusumo dan Ngantang menurut dia punya potensi berkembang seperti Kota Batu.
”Tinggal memoles dengan menambahkan wahana-wahana baru. Itu tentu akan menjadi berkah untuk masyarakat Kabupaten Malang,” katanya. (yun/iza/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana