TUMPANG - Pasangan calon (Paslon) H M. Sanusi-Lathifah Shohib (SaLaf ) akan memberikan insentif untuk guru honorer madrasah di Kabupaten Malang.
Anggaran yang akan dialokasikan untuk guru honorer madrasah di Kabupaten Malang itu fantastis, yakni sekitar Rp 26 miliar per tahun.
Itulah janji petahana Bupati Malang H M. Sanusi jika kembali terpilih dalam Pilkada 2024, 27 November depan.
Pada periode sebelumnya, dia sudah memberikan insentif kepada guru non-ASN atau honorer di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang.
Kini, dia menjanjikan, juga akan memberikan insentif kepada 4.446 guru honorer di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
“Setelah mendapat persetujuan DPRD, nanti kami anggarkan sebesar Rp 500 ribu per orang per bulan atau totalnya sekitar Rp 26 miliar per tahun,” ujar Sanusi dalam acara dialog interaktif bersama guru swasta di Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang kemarin (3/11).
Seperti diberitakan sebelumnya, tidak semua guru menerima insentif tersebut.
Hanya guru yang belum berstatus ASN dan belum bersertifikasi yang berhak menerima bantuan tersebut.
Sebab, gaji mereka masih minim.
Bahkan ada yang hanya Rp 100 ribuRp200 ribu per bulan.
Sehingga memerlukan perhatian dari pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan kesejahteraan.
“Untuk data penerimanya itu atas rekomendasi kemenag,” kata kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Tahun depan, dia melanjutkan, guru honorer di bawah naungan Dindik Kabupaten Malang diupayakan tetap menerima insentif dengan jumlah yang sama.
Yakni Rp 500 ribu per bulan.
Pada 2024 ini, insentif tersebut diberikan kepada 13.021 guru.
Sehingga anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 78 miliar per tahun.
Selain peningkatan kesejahteraan, pemberian insentif juga untuk pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang.
Diharapkan, pemberian insentif itu dapat meningkatkan kualitas pendidikan di MI dan MTs. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana