Radar Malang - Cagub Jakarta nomor urut dua Dharma Pongrekun membuat program unik untuk mengatasi banjir dengan melakukan Belah Awan dan Pipi Monyet.
Dharma berencana melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan yang tinggi di Jakarta menggunakan teknologi.
"Nah untuk mengatasi hujan kami sudah punya teknologinya, bagaimana cara membelah awan atau menggeser awan, supaya awan jangan sampai menjadi beban memperbanyak debit air," ucap Dharma Pongrekun di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (12/11).
Tak hanya ingin menggeser awan, Dharma Pongrekun telah menyiapkan wadah tampung untuk muatan air jika banjir telah terjadi dari hulu ke hilir.
"Programnya adalah normalisasi dilanjutkan dengan naturalisasi, dan juga dengan kolam pipi monyet untuk menampung banjir kiriman," jelas Dharma Pongrekun.
Dharma Pongrekun juga menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak memandang banjir sebagai sebuah musibah, melainkan anugerah dari Tuhan.
Dharma juga menegaskan bahwa hal yang bisa dilakukan manusia adalah upayanya dalam mengatasi banjir.
"Bagaimana banjir bisa merupakan hadiah Allah? Respons kita tidak ngamuk sama Allah. Kita justru ambil, simpan air, untuk apa? Ini air tawar," jelas Dharma Pongrekun.
Pria berusia 58 tahun ini optimis menyediakan wadah air hujan yang diberi nama Pipi Monyet, bila mana nantinya air hujan tersebut akan menjadi sebuah banjir.
Pipi Monyet yang dijelaskan adalah wadah aliran banjir yang melewati tahap simpan dan olah. Sehingga, air tersebut nantinya dapat dimanfaatkan warga Jakarta sebagai air layak pakai.
"Itu cara respons kita. satu, mengajarkan kita untuk hemat. dua, harmoni dengan alam, manusia bersahabat dengan alam. ketiga, alam kita lestarikan," pungkas Dharma Pongrekun di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (12/11). (Dzulfiqar Arifuddin)
Editor : Aditya Novrian