PAKIS - Ada yang berbeda di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 020 Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis.
Dekorasi TPS tersebut dibuat seperti lokasi proyek pembangunan.
Anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) kompak menggunakan kostum proyek atau pakaian dinas lapangan (PDL).
Juga dilengkapi rompi dan helm proyeknya.
Ketua KPPS TPS 020 Desa Mangliawan Achmad Ridhoi mengatakan, konsep tersebut dipilih dengan harapan dapat membangkitkan semangat kerja bagi generasi muda.
“TPS ini memiliki tema siap kerja. Kebetulan, para anggota (KPPS) di sini masih muda semua. Kami ingin, generasi ini memiliki semangat besar untuk bekerja,” ujar Ridhoi kemarin.
TPS yang berada di Perumahan Mangliawan Permai RW 15 itu didirikan di gedung serbaguna.
Biasanya gedung tersebut dimanfaatkan untuk olahraga badminton, pertemuan warga, karang taruna, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Khusus Pilkada 2024 ini, gedung tersebut dimanfaatkan sebagai TPS dengan menambahkan kain berwarna hitam dan abuabu di dindingnya.
Di TPS tersebut, pemungutan suara berjalan aman dan lancar.
Tidak ditemukan kendala.
Pemilih juga antusias datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya.
Pada siang sekitar pukul 11.00, sekitar 56 persen pemilih sudah datang mencoblos calon kepala daerah pilihannya.
Dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sejumlah 595 orang, sekitar 333 orang sudah menggunakan hak pilihnya.
Mereka merupakan warga RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 05 di wilayah RW 15 “Ada satu orang yang sakit dan beliau minta nyoblos di rumah. Jadi, tadi sudah kami datangi rumahnya,” imbuh Ridho.
Selain di Pakis, TPS dengan suasana tak biasa juga terlihat di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum.
Di TPS 04 Desa Maguan misalnya, halaman depan dipenuhi rangkaian bunga berwarna biru.
Bunga penyambut para pemilih yang menggunakan hak suaranya itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Apalagi begitu masuk Balai Dusun Ubalan, Desa Maguan yang sudah disulap menjadi serba putih itu langsung disambut rangkaian lampu yang indah.
“Kebetulan anggota KPPS kami memang ada yang memiliki jasa dekorasi pernikahan,” ujar Ketua KPPS TPS 04 Maryono kemarin.
Hal itu menjadikan dekorasi lebih murah karena biaya sewa dan pemasangannya terjangkau.
”Untuk dekorasi hanya menghabiskan dana Rp 1,5 juta. Dengan proses pengerjaan selama dua hari,” kata dia.
Maryono mengatakan, pihaknya memadukan dekorasi ala pernikahan itu dengan dekorasi meja menggunakan corak khas Bali.
Yaitu kain kotakkotak hitam putih dan diselingi warna emas. Selain mendekorasi TPS dengan suasana resepsi pernikahan, petugas KPPS pun kompak memakai seragam khas adat Bali. (yun/ aff/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana