KABUPATEN – Ada kesamaan persiapan yang dilakukan dua calon bupati Malang, yakni H M. Sanusi dan Gunawan Wibisono pada pagi hari kemarin (27/11).
Keduanya sama-sama memanjatkan doa pada saat keluar rumah sebelum menuju TPS.
Sanusi menyalurkan hak suara di TPS 008 Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi.
Sebelum berangkat ke TPS, Sanusi bersama keluarga menggelar doa bersama di halaman rumah.
Kemudian dia bersama rombongan berjalan ke TPS yang terletak di SDN Gondanglegi Kulon 03 sambil bersalawat.
“Kami memohon kemudahan kepada Allah. Tadi juga membaca Al-Insyirah,” ujar bupati petahana itu.
Zikir pun terus dilakukan Sanusi setelah memberikan hak suara.
Menurutnya, hal itu bagian dari ikhtiar untuk memenangkan pilkada 2024.
Dia berharap semua masyarakat datang ke TPS untuk menentukan masa depan Kabupaten Malang selama lima tahun mendatang.
Sebab, satu suara dari masyarakat sangat berarti.
”Siapapun yang terpilih, saya mengimbau supaya masyarakat tetap bersatu demi kemajuan Kabupaten Malang,” tandasnya.
Ketua KPPS TPS 008 Desa Gondanglegi Kulon menyebut pelaksanaan pemungutan suara di TPSnya berjalan lancar.
Berdasar penghitungan suara, dari total DPT 420 orang, ada 323 orang yang menggunakan hak suara.
Artinya, partisipasi masyarakat di TPS tersebut sekitar 76 persen.
Lebih rinci, 130 orang memilih pasangan calon Sanusi Lathifah Shohib dan 183 orang memilih pasangan Gunawan Wibisono-Dr Umar Usman (GUS).
Sedangkan suara milik 10 orang dinyatakan tidak sah.
Nuansa Religi
Pada pagi yang sama, terdengar lantunan ayat suci Al quran di rumah Gunawan Wibisono di Dusun Murcoyo, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi.
Aroma wangi dupa juga tercium di lokasi tersebut.
Hal itu menjadi bagian dari persiapan sang calon bupati sebelum menggunakan hak pilihnya.
Sekitar pukul 07.30, Gunawan sudah tampak rapi dengan kemeja kuning yang dipadu celana dan songkok hitam.
Sebelum keluar dari pintu rumahnya, dia berhenti sejenak untuk memanjatkan beberapa doa.
Kemudian dia berpindah ke bagian kiri rumah untuk sungkeman bersama keluarga.
“Bismillah hasil, hasil, hasil,” ucap pria berusia 64 tahun itu setiap kali disalami istri, anak, dan menantunya.
Selanjutnya Gunawan menaiki mobil untuk pergi berziarah ke makam kedua orang tuanya.
Selang 30 menit, Gunawan kembali ke rumah dan berjalan kaki menuju TPS 07 Desa Gondanglegi Wetan.
Jarak TPS dengan rumah Gunawan sekitar 200 meter.
Banyak warga setempat yang menyapa Gunawan sepanjang perjalanan menuju TPS.
Sebagian tampak berjejer di pinggir jalan dan menyatakan dukungan dengan mengacungkan isyarat dua jari.
Proses pencoblosan berjalan lancar.
Setelah menggunakan hak pilihnya, Gunawan mengaku optimistis mendapat dukungan besar di TPS dekat rumahnya.
Yakni 80 sampai 90 persen.
“Sebab saya menjalin hubungan dengan warga di sini tidak spontan karena Pilkada, tapi memang sejak kecil sudah hidup membaur di sini,” ujarnya.
Bahkan Gunawan mengaku tidak tidur semalam karena terus-menerus mendapat tamu dan dukungan dari masyarakat.
Sekitar 2.000 orang datang secara bergiliran karena rumahnya tidak muat untuk menampung seluruh tamu.
Setelah mencoblos, Gunawan bahkan masih menjamu tamu-tamunya yang terus berdatangan.
Dia mengaku menunggu hasil pilkada dengan tenang dan tanpa ambisi.
Tapi dia berani mematok target 60 persen perolehan suara secara keseluruhan.
Ketua KPPS TPS 07 Desa Gondanglegi Wetan Yuli Ardianto menuturkan, terdapat 529 DPT pada TPS 07 pada pilkada kali ini.
Dari jumlah itu, yang hadir mencapai 417 orang.
Penghitungan suara selesai pukul 17.00.
Paslon Sanusi-Latifah mendapat 26 suara, sementara paslon Gunawan-Umar 388 suara.
Tiga suara tersisa dinyatakan tidak sah. (yun/aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana