MALANG KOTA - Proses penghitungan suara pemilihan Wali Kota Malang dipastikan tuntas.
Setelah rekapitulasi tingkat kota Selasa lalu (3/12), tidak ada kejadian yang mengakibatkan pemungutan atau penghitungan ulang.
Kini, KPU Kota Malang tinggal menunggu jadwal penetapan kepala daerah terpilih.
Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan calon (paslon) Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin unggul dengan menyapu bersih suara di lima kecamatan.
Kandidat nomor urut satu tersebut memperoleh 203.257 suara, atau 49,6 persen.
Ketua KPU Kota Malang Muhammad Toyib mengatakan, berdasar penghitungan suara tingkat kota, tidak ada catatan pemungutan suara ulang (PSU) dari Bawaslu.
Alasannya karena tidak ada pelanggaran yang menjadi dasar untuk menetapkan kebijakan tersebut.
Sebagai informasi, menurut Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 tahun 2024 tentang penanganan pelanggaran dan PKPU nomor 17 tentang pemungutan dan penghitungan ulang, ada beberapa syarat yang mengharuskan KPU melaksanakan tindakan tersebut.
Seperti ada orang yang tidak masuk daftar, tapi menggunakan hak pilihnya.
Kemudian satu pemilih menggunakan haknya di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS).
”Tidak ada catatan PSU, kami tinggal penetapan pemenang pilkada. Sesuai jadwal akan dilakukan serentak 15 Desember,” katanya.
Sebagai perbandingan, pada pemilu bulan Februari lalu, Kota Malang menyelenggarakan PSU.
Ada tiga tempat yang menjalankan pemungutan ulang.
Dua TPS di Mojolangu dan satu di Jatimulyo.
Itu disebabkan adanya pemilih yang tidak terdaftar, tapi ikut mencoblos.
Meskipun tak ada PSU, Toyib mengatakan masih ada catatan dari Bawaslu terkait rekapitulasi pilkada.
Yakni ditemui beberapa kejadian khusus.
Seperti mayoritas kesalahan rekap yang dilakukan KPPS.
Namun, semua sudah dibenahi dan disaksikan masing-masing saksi paslon.
Satu hal yang menjadi catatan KPU Kota Malang yakni penurunan partisipasi pemilih.
Di Pemilu bulan Februari mencapai 82 persen.
Sementara di Pilkada hanya 64 persen, atau menyusut 18 persen dari sebelumnya.
Dari total jumlah pemilih 660.744 orang, hanya 428.323 warga yang menggunakan hak suaranya.
”Selain ada kejenuhan, mungkin karena jarak TPS yang terlalu jauh. Di Pilkada ini, jumlah TPS menyusut setengahnya dibanding pemilu,” kata Toyib.
Sebelumnya, KPU Kota Malang memperkirakan partisipasi di angka 83 persen.
Terkait hasil rekapitulasi tingkat kota, Calon Wali Kota Malang Heri Cahyono mengatakan, pihaknya tengah mengumpulkan bukti kecurangan selama pilkada.
Disinggung rencana menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), dia mengaku masih menunggu keputusan dari partai.
”Saya menunggu Pak Made (Ketua DPC PDIP Kota Malang). Kalau memang mau menggugat saya ikut,” tuturnya.
Sementara itu, dari hasil penghitungan suara pemilihan Gubernur Jawa Timur, paslon Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dadak juga unggul di lima kecamatan.
Total suara yang diperoleh mencapai 205.259. Sedangkan Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta mendapat 174.417 suara, Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakhim 32.157 suara. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana