“Tipe belajar anak itu beda-beda, jadi bisa menyesuaikan seleranya,” kata Kahumas SMA Islam Sabilillah Malang di kantornya, Rabu (29/7).
Tak hanya itu, masih kata dia, di dalam sistem tersebut juga terdapat e-raport, materi ekskul, dan pendidikan karakter. Sehingga, siswa dan guru bisa lebih mudah melakukan proses pembelajaran.
“Kami ingin memudahkan semuanya. Termasuk e-raport ini, orang tua tidak perlu repot-repot ke sekolah untuk mengambilnya,” imbuhnya.
Hanya saja, lanjutnya, sistem tersebut sebenarnya bukan disiapkan untuk menghadapi wabah Covid-19. Namun, tujuan utamanya untuk mempermudah orang tua siswa dalam memantau belajar anaknya.
Karena sistem ini dikembangkan sebelum adanya wabah tersebut.
“Mungkin momennya saja yang kebetulan, jadi semuanya lebih mudah untuk beradaptasi,” jelas pria yang juga menjadi guru olahraga ini.
Pewarta: Imam Nasrodin
Editor: Hendarmono Al S Editor : Editor : Hendarmono Al S.