Bantuan operasional yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 5 miliar dalam setahun itu, bersumber dari Pemkot Malang dan Provinsi Jawa Timur yang rinciannya 50:50 persen. Pencairan tahap pertama tersebut mencapai sekitar Rp 2,4 miliar, untuk mengkover 945 siswa dan 1.202 guru.
Wali Kota Malang Sutiaji hadir dalam pertemuan bersama perwakilan guru madin dan TPQ yang diundang Disdikbud Kota Malang di Aula SMKN 2 Malang (4/7), kemarin.
Menurut politikus Partai Demokrat ini, jumlah bantuan kepada para guru madin tersebut sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, dia juga mengatakan ke depannya, Pemkot Malang mengusulkan ke provinsi agar anggarannya dinaikkan. Sehingga, jumlah yang diterima guru madin bisa lebih baik lagi.
”Karena jumlah yang diterima hanya Rp 300 ribu per bulan dan masih kena potong pajak," ujarnya.
Dia menambahkan, madin tersebut dinilai juga sangat penting dalam pembentukan pendidikan karakter. Sehingga, pembangunan manusia seutuhnya bisa tercapai di Kota Malang.
“Pembangunan jasmani dan rohani ini harus seimbang. Di sini madin punya peranan penting dalam bentuk karakter anak,” imbuh mantan Wakil Wali Kota Malang ini.
Pewarta: Imam Nasrodin
Foto: Imam Nasrodin
Editor: Hendarmono Al S Editor : Editor : Hendarmono Al S.