Statemen ini pun direspon Pemkot Malang.
Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya menyiapkan skema ganjil genap untuk sekolah.
“Skemanya, misal SD, hari pertama yang masuk kelas 1 dan 6, berikutnya 2 dan 5 dan seterusnya. Biar bisa menerapkan jaga jarak (physical distance). Kan mas menteri sudah menyampaikan, nggak ada zona merah, kuning dan hijau lagi, tapi gimana kesiapan daerah,” Sutiaji, Senin (7/8).
Dia mengatakan, skema ini lebih mungkin untuk diterapkan. Bahkan, lebih baik ketimbang harus membiarkan siswa terus-terusan sekolah daring.
Sutiaji tidak yakin, siswa menerapkan protokol kesehatan selama belajar di rumah.
Justru dengan membuka kembali sekolah, siswa bisa lebih disiplin menerapkan protokol. “Kalau karakternya sudah terbentuk di sekolah, siswa ini nanti yang akan mengingatkan orang tuanya jika tidak pakai masker,” jelasnya.
Kepala Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Zubaidah mengatakan, simulasi pembukaan sekolah paling lambat akan dilakukan akhir Agustus.
“Mudah-mudahan akhir bulan bisa dilaksanakan simulasi. Karena kami harus memperlajari terlebih dahulu peraturan empat kementerian terkait itu (aturan covid-19),” ungkap mantan Sekretaris Disdik Kota Malang ini.
Pewarta: Imam Nasrodin Editor : Mufarendra