Kampus yang berada di Jalan S. Supriadi Nomor 48, Kota Malang ini naik dibandingkan tahun 2019 lalu.
Yaitu dari peringkat 104 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Indonesia naik menjadi peringkat 89.
Praktis, ada kenaikan 15 poin pada tahun ini. Lalu apa rahasianya hingga bisa naik peringkatnya? Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian MSi menyampaikan, prestasi tersebut atas kerja keras dan kerja tim semua sivitas akademika Unikama. Baik dari unsur pimpinan kampus, mahasiswa, dosen, staf dan lembaga-lembaga di Unikama.
“Ini atas kerja keras dan kerjasama semua pihak. Capaian ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” kata Pieter, Jumat (21/8).
Menurutnya, tantangan ke depan makin berat mengingat semua PTN dan PTS pasti berlomba-lomba untuk meningkatkan kinerjanya di masa pandemi. Dimana kondisi ini akan memberikan dampak pada kampus, terutama aspek finansial sebagai salah satu sumber daya yang penting.
"Unikama akan terus meningkatkan kinerjanya dengan melakukan sinergi dengan seluruh sivitas Unikama agar visi misi perguruan tinggi dapat terwujud," tegas Pieter.
Kepala Humas Unikama Retno Wulandari MSA menambahkan, diantara 51 Perguruan Tinggi PGRI di seluruh Indonesia, Unikama berada di peringkat pertama. Sedangkan Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Sudi Dul Aji MSi menjelaskan, aspek input persentase dosen berpendidikan S3 di Unikama meningkat. Di tahun ini sekitar 45 persen dosen di Unikama sudah bergelar doktor. Rasio jumlah dosen mahasiswa juga menjadi bagian penilaian dalam pemeringkatan klasterisasi perguruan tinggi.
“Dalam jabatan dosen kami mendorong mereka untuk meningkatkan jabatan akademiknya ke lektor kepala dan guru besar,” imbuh Dul Aji.
Pewarta: Imam N Editor : Shuvia Rahma