Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Manfaatkan Baterai Laptop Bekas, SMKN 8 Malang Buat Motor Listrik

Mufarendra • Sabtu, 29 Agustus 2020 | 16:27 WIB
Seperti inilah wujud motor listrik yang dibuat SMKN 8 Malang. Foto: Nugraha
Seperti inilah wujud motor listrik yang dibuat SMKN 8 Malang. Foto: Nugraha
KOTA MALANG - Motor listrik mulai jadi tren, terutama di kota-kota besar. Peluang itu coba ditangkap oleh SMKN 8 Malang.

Mereka membuat sepeda motor listrik. Menariknya, motor ini menggunakan baterai laptop bekas.


Motor ini ditampilkan dalam acara pembukaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 di Hotel Batusuki, Kota Batu (27/8).

Kepala Sekolah SMKN 8 Malang, Cone Kustarto Arifin mengatakan sepeda motor listrik bernama Electric Bike Vintage Kekinian dibuat oleh dirinya dengan dibantu oleh guru-guru yang mengajar di sekolahnya.

Hanya butuh waktu selama tiga bulan dari Mei hingga Agustus ini untuk membuat sepeda motor listrik tersebut. "Jadi mulai dari konsep desain kerangkanya, sistem kelistrikannya ini karya anak bangsa," katanya.

Cone mengungkapkan tujuan dibuatnya sepeda motor listrik untuk mengembangkan produk-produk masal sebelumnya yang sudah ada dipasaran. Awalnya, dia ingin membuat sepeda motor listrik yang memiliki daya tahan batrei yang lama.

"Keunggulan sepeda kotor listrik ini menggunakan baterai lithium bekas laptop sebanyak 260 buah dengan daya 2,4 KVA, jadi bukan memakai aki," katanya.

Waktu charge atau pengisian daya baterai hanya membutuhkan waktu tiga jam.

Dia mengungkapkan, motor listrik ini bisa dipacu hingga kecepatan 50 km/jam. Dan telah diujicobakan di jalanan Kota Malang-Kota Batu.

"Konsepnya menyesuaikan sepeda motor kekinian, karena anak muda saat ini senang yang berkonsep vintage," katanya.

Untuk memproduksi motor ini, SMKN 8 Malang menghabiskan dana Rp 50 juta. Meski begitu, motor ini belum bisa diproduksi dan dijual untuk umum.

SMKN 8 Malang masih mengurus paten dan izin ke kepolisian.

Selain itu, masih ada sejumlah kelemahan yang harus dibenahi.

"Ini sementara ketika dikendarai saat hujan masih belum aman, ke depannya akan dibuatkan penahan air di bagian baterainya. Lalu akan dikembangkan juga sistem dua baterai dengan switch change, jadi dayanya dua kali lipatnya," kata Wisnu Wahyu salah satu guru yang ikut membantu.

Pewarta : Nugraha Perdana

Foto : Nugraha Perdana Editor : Mufarendra
#SMKN 8 Malang #Kota Malang #RMOC #pendidikan #motor listrik