Persoalan sampah menjadi perhatian para dosen UIN Malang dalam program UIN Mengabdi 2020. Mereka yang tergabung dalam kelompok III, melatih warga RT 9 Kelurahan Kasin, Kec. Klojen, Kota Malang mengolah sampah menjadi kompos. Seperti apa?
Puluhan warga RT 9 Kelurahan Kasin, Kec. Klojen tampak antusias mengikuti pelatihan pembuatan kompos pada, Selasa (18/8). Masing-masing peserta mengawali mengumpulkan sampah masing-masing peserta untuk kemudian dimasukkan dalam komposter yang sudah berisi sekam dan pupuk. Mereka dibimbing langsung Oliva Iswandi, ketua tim tim Development of Awarness. Tong komposter itu didesain khusus Development of Awarness.
”Pengelolaan sampah yang baik akan menimbulkan banyak hal positif, seperti terjaganya kesehatan warga sekitar. Banjir otomatis juga akan tercegah. Dan yang terpenting simpanan air bersih untuk anak cucu,” ungkap Olivia yang disampaikan pada para peserta.
Sebelum pelatihan, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian UIN Malang Prof. Dr. Tutik Hamidah menyampaikan ancaman banjir dan krisis air bersih karena persoalan sampah. Karena itu dia memberi apresiasi kelompok III yang dipandegani Penny Respati Yurisa (dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Arab), Nita Siti Mudawamah (dosen Jurusan Ilmu Peprustakaan) serta M. Muhsin Arumawan (dosen Pendidikan Agama Islam) telah fokus pada penanganan sampah.
Apalagi di kawasan RT 9 Kasin itu, sudah tidak memiliki area tanah. Semua halaman dan jalan sudah di-semen dengan batu kerikil. Sehingga kebanyakan warga membuang sampah ke sungai. Sehingga dengan pengelolaan kompos, warga tak membuang ke sungai sampah lagi.
Pewarta: pry Editor : Shuvia Rahma