Syamsuri mengatakan, prinsipnya nanti tidak akan memberatkan belajar siswa di sekolah. Teknisnya bisa disisipkan dalam semua mata pelajaran. ”Yang penting nggak membebani siswa. Nanti terintegrasi dengan pelajaran,” kata dia.
Dia menambahkan, program ini nanti juga tidak hanya tugas guru agama sekolah saja. Melainkan juga tugas semua guru di madrasah. ”Misalnya, guru matematika, harus bisa menyisipkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air serta pesan-pesan perdamaian dalam keberagaman,” imbuh dia.
Lebih lanjut, pihaknya selalu aktif dalam melakukan pengawasan dan pendampingan kepada guru dan sekolah. Sehingga, hingga saat ini tidak ditemukan madrasah yang terindikasi ke tindakan terorisme. ”Kami selalu adakan pembinaan ke madrasah dan siswa lewat upacara tiap hari Senin. Ini salah satu bentuk menanamkan cinta tanah air dan nasionalisme,” terangnya.
Dengan demikian, kata Syamsuri melanjutkan, siswa dan guru di madrasah tidak akan terbawa ke paham ekstrem. Dimana mereka malah bisa menyatukan keberagaman yang ada di Indonesia. ”Pemahaman moderat ke anak-anak ini penting agar mereka bisa di tengah-tengah dan bisa merangkul keberagaman,” ungkap dia.
Pewarta: Imam Nasrodin Editor : Editor : Hendarmono Al S.