Aspek ekonomi warga pascapandemi jadi perhatian UIN Malang. Dalam proram UIN Mengabdi di Desa Tlekung, Kota Batu, 12 September lalu, tim dosen mendorong ibu-ibu rumah tangga untuk punya usaha sendiri.
Sebanyak 20 ibu-ibu membentu dua kelompok di Gedung Srikandi, Desa Tlekung. Satu kelompok membuat brownies, yaitu pie brownies apel pisang kukus dengan aneka topping. Dan kelompok lain membuat nugget ayam sayur dan saus jeruk. Mereka sedang mengikuti pelatihan bikin usaha kuliner yang dipandu tim dosen UIN.
Sebelum praktik membuat beragam jajanan, mereka mendapat pelatihan motivasi mengapa harus berwirausaha. Termasuk bagaimana cara memulai. Setelah sesi pelatihan pembuatan kue selesai, dilanjutkan dengan sesi pemaparan tentang packaging, strategi pemasaran, penyimpanan produk, dan branding produk. ”Jadi untuk mencapai Qaryah Thayyibah (Kampung Tangguh), maka ekonomi keluarga harus dibangun dan diberdayakan, sehingga mampu menghasilkan ekonomi yang berdaya di masyarakat”, ungkap Siti Ma’rifatul Hasanah MPd, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus ketua tim pelaksana kegiatan ini yang didampingi anggota tim Intan Nisfulaila MSi.
Dia menambahkan, program pemberdayaan ekonomi kreatif ini tujuannya agar kesejahteraan warga bisa tercapai. Dengan usaha kuliner ini, sumber pendapatan keluarga tidak bertopang pada suami saja. Tapi ibu-ibu juga bisa mendapatkan hasil tambahan sendiri. ”Usaha kuliner merupakan pilihan yang tepat dan banyak yang sukses. Selain itu, Desa Tlekung memiliki potensi pertanian yang luar biasa dan mampu menghasilkan berbagai macam buah, sayur, serta susu. Potensi ini jika diolah akan menghasilkan nilai tambah sehingga bisa menghasilkan tambahan income”, tutur Erni Farida, trainer dari Er-Farisha Food and Bakery.
Editor : Shuvia Rahma