Kepala Sekolah SMA Taman Harapan Endah Restiningrum SPd mengungkapkan terdapat 5 perwakilan agama yang menimba ilmu di sekolahnya. "Selama hampir 16 tahun saya meminpin di sini belum pernah ada kasus perkelahian siswa yang membawa latar belakang agama. Baik civitas pendidik maupun siswa di sini kami tanamkan toleransi yang tinggi," ujarnya.
Endah menuturkan, biasanya dalam perayaan agama apapun terutama pada Idul Fitri dan Natal seperti ini selalu ada perayaan unik yang mereka tampilkan. Perayaan tersebut sendiri juga selalu melibatkan siswa dan guru tanpa memandang latar belakang keyakinan. Inilah yang selalu menjadi keunikan tersendiri bagi SMA Taman Harapan.
"Tahun ini semua kan online jadi mau bagaimana lagi, kami pun juga sebenarnya ingin seperti tahun-tahun sebelumnya. Anak-anak juga antusiasnya tinggi, kami hanya bisa mengerem agar mereka bersabar," terangnya.
Disisi lain, meski tanpa perayaan SMA Taman Harapan tetap tak menghilangkan tradisi Natal di Tahun ini. Mereka tetap memasang Pohon Terang di depan sekolah serta tetap membagikan bantuan bagi orang yang membutuhkan. Endah mengungkapkan pandemi justru tak menjadi kendala bagi mereka untuk tetap berbagi.
"Agenda berbagi tetap ada. Kalau dari guru agama Kristen kami tadi informasinya akan mengadakan ibadah bersama siswa secara daring," pungkasnya.
Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo Editor : Editor : Hendarmono Al S.