Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jepang Punya 21 Ribu Loker Untuk Lulusan SMK-Sarjana Indonesia

Shuvia Rahma • Sabtu, 6 Februari 2021 | 22:04 WIB
Seminar peluang kerja di Jepang yang digelar  Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (screenshot)
Seminar peluang kerja di Jepang yang digelar Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (screenshot)
MALANG KOTA - Ini bisa menjadi kesempatan emas bagi lulusan SMK dan kampus untuk bekerja dan berkarir di Jepang pada tahun 2021-2024. Karena ada sekitar 21.500 lowongan kerja (loker) untuk anak bangsa yang memenuhi standar Jepang.

Pada tahun 2021 ini saja, Jepang membuka 3.050 loker untuk warga Indonesia yang ingin bekerja di negara-nya Naruto ini. Jumlah tersebut tersebar di sekitar 14 bidang pekerjaan, seperti perawat, industri konstruksi, pertanian dan perikanan.

”Tahun ini ada 3.050 lowongan kerja untuk masyarakat Indonesia di Jepang. Ini terbuka untuk lulusan SMK dan lulusan perguruan tinggi (diploma dan sarjana),” kata Presiden Direktur PT OS Selnajaya Indonesia Satoshi Miyajima, dalam seminar karir ‘Peluang Kerja di Jepang’ yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (6/2).

Dia menjelaskan, biasanya ada dua skema yang ditempuh untuk bekerja di Jepang. Yaitu melalui pemagangan dan SSW (Specified Skilled Worker).
Dimana jalur pemagangan ini maksimal sampai 5 tahun dan pekerja juga bisa ikut tes jalur SSW. Biasanya pemagangan ini dilakukan selama tiga tahun untuk bisa mengikuti tes SSW.

“Tesnya bahasa dan teknis (sesuai dengan bidang pekerjaan yang diambil). Visanya nanti juga sesuai dengan jalur yang ditempuh (pemagangan atau SSW),” terang dia.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi menyampaikan, bagi peserta atau lulusan SMK atau sarjana yang terkendala finansial nanti bisa menggunakan ‘dana talangan’ pihak ketiga. Yaitu perbankan plat merah dengan bunga relatif kecil.

“Ada BNI dan BRI. Saya juga sudah menyampaikan program ini kepada pimpinan BNI (pusat),” jelas dia.

Terpisah, alumnus UMM yang bekerja di Sangenjaya Hospital-Setagaya-Tokyo Sobbarudin Subekti menyampaikan, sekecil-kecilnya gaji bekerja di Jepang masih lebih besar dari UMR saat bekerja di dalam negeri. Karena di Jepang sangat menghargai profesionalitas dan kompetensi sebuah pekerjaan. Seperti diketahui, pria asal Ponorogo ini saat ini gajinya sekitar Rp 47 juta dan jumlah ini termasuk tunjangan anak, istri dan lembur kerja.

”Pokoknya, sekecil-kecilnya gaji di sini, masih lebih besar UMR di Indonesia,” jelas pria asal Ponorogo ini.

Dia juga berpesan kepada lulusan SMK atau sarjana yang ingin bekerja di Jepang. Dimana ada hal-hal yang harus dipersiapkan, diantaranya mental kerja keras, disiplin, bahasa, budaya Jepang dan memahami passion.

”Karena kalau sudah dapat sertifikat SSW, di sini dapat jam lembur dan gajinya lumayan (besar),” ungkap pria yang bekerja di Jepang sejak tahun 2015 ini.

Seperti diketahui, narasumber dalam seminar ini adalah Presiden Direktur PT. OS Selnajaya Indonesia Satoshi Miyajima, Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi, Rektor UMM Dr Fauzan MPd, Dirjen Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinto, Ph.D, alumnus UMM yang bekerja di Sangenjaya Hospital-Setagaya-Tokyo Sobbarudin Subekti, Amd dan Kadisdik Pemprov Jatim Wahid Wahyudi.



Pewarta: Imam N Editor : Shuvia Rahma
#vokasi UMM #lowongan kerja jepang #peluang kerja di jepang