Peluang emas tersebut diperuntukkan bagi hafidz dan hafidzah yang hafal 30 juz Alquran. Karena UIN Maliki Malang membuka kesempatan para penghafal Al Quran untuk studi secara gratis lewat beasiswa teladan hingga lulus kuliah.
Wakil Rektor I UIN Maliki Malang Prof Dr Zainuddin MA menyampaikan, beasiswa ini untuk memberikan penghargaan bagi para penjaga Alquran. Kesempatan tersebut masih terbuka lebar karena pendaftarannya baru dimulai 22 Februari lalu hingga 24 Maret mendatang. ”Usia maksimalnya 20 tahun untuk penerima beasiswa ini,” terang Prof Zainuddin, Kamis (25/2).
Selain hafal Alquran, calon mahasiswa juga harus melengkapi beberapa persyaratan lainnya. Di antaranya, lulusan SMA/sederajat/pesantren muaddalah yang lulus pada tahun 2020 atau 2021, punya sertifikat hafalan (bagi hafidz dan hafal Alfiyah Ibnu Malik dan/atau Uqudul Juman). ”Peserta bisa mendaftar melalui website kampus (uin-malang.ac.id/pendaftaran/login). Biaya pendaftarannya Rp 300 ribu,” terang alumnus Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang ini.
Lebih lanjut, materi seleksi terdiri dari tes tulis serta tes interview melalui online. Sedangkan, informasi lebih lanjut dan detailnya bakal diinformasikan melalui website. ”Yang lolos harus melakukan registrasi sebagai mahasiswa,” ungkap dia.
Masih menurut Prof Zainuddin, informasi lebih detail seperti prodi apa saja yang bisa diambil, bisa dilihat melalui website kampus: pmb.uin-malang.ac.id. ”Selain itu, mahasiswa baru UIN Maliki juga harus tinggal di mahad selama setahun,” tambahnya.
Pewarta: Imam N Editor : Ahmad Yani