Empat jalur tersebut adalah reguler, pesantren (fakultas kedokteran), jalur beasiswa dan jalur transfer dan alih jenjang. Untuk tahapan pendaftaran dibagi menjadi tiga gelombang. Yakni untuk non fakultas kedokteran gelombang I mulai 10 Februari hingga 24 April; gelombang II mulai 26 April hingga 24 Juli; sementara gelombang III mulai 26 Juli hingga 31 Agustus 2021.
Wakil Rektor IV Unisma Dr Ir Hj Istirochah Pujiwati MP menyampaikan, pendaftaran dan tes dilakukan secara online. Sehingga, peserta bisa mendaftar dan mengikuti tes dari mana saja. ”Peserta nggak perlu datang. Karena bisa daftar dan tes dari mana saja,” kata alumnus SMAN 4 Malang ini, Senin (15/3).
Dia menjelaskan, untuk tes online, ada sekitar 20 soal yang harus dijawab camaba. Dimana materinya seputar tes potensi akademik dan matematika dasar. ”Tapi ini nggak berlaku di fakultas kedokteran,” jelasnya. Khusus Fakultas Kedokteran, masih kata dia, tesnya digelar secara luring atau offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena tes kedokteran ini relatif sulit dilakukan secara daring. ”Kalau fakultas kedokteran sudah masuk pendaftaran gelomang dua saat ini. Tapi tes gelombang pertama ditunda pada 3 April nanti,” ungkap alumnus Universitas Brawijaya (UB) ini.
Dia menjelaskan, penundaan tes gelombang pertama tersebut karena bersamaan dengan uji kelulusan di Provinsi Jatim. Sehingga, agar peserta bisa mengikuti seleksi maksimal, maka pelaksanaannya ditunda. ”Rencananya Maret ini tesnya, tapi karena bersamaan dengan uji kelulusan Provinsi, maka ditunda,” terangnya.
Pewarta: Imam N Editor : Ahmad Yani