Ketua LPIK Unisma Khoiron MIP mengatakan, pelatihan ini sebagai bekal untuk masyarakat belajar memulasarkan jenazah pasien Covid-19 dengam benar. Tak hanya itu, pemulasaran jenazah pada Rumah Sakit (RS) kerap tidak sesuai syariat Islam. Untuk itu, dia ingin ada perubahan meski masih dalam tahap awal.
”Ini menjadi pengabdian Unisma mendorong masyarakat belajar bagaimana memulasarkan jwnazah pasien Covid-19," ujar dia.
Khoiron menambahkan, bahwa pelatihan ini bekerja sama dengan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Malang. Sebanyak 63 orang perwakilan dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Malang turut hadir belajar bersama. Nantinya, mereka akan terjun ke masyarakat membimbing apa yang telah didapat.
”Kami harapkan pelatihan ini mampu dibawa ke tingkat RT/RW yang ke depannya bisa jadi mandiri untuk memulasarkan jenazah," tandasnya.
Pewarta: Aditya Novrian
Editor : Shuvia Rahma