Pelaksanaan MPLS itu berjalan selama satu minggu mulai Sabtu lalu (10/7) hingga Sabtu mendatang (17/7). Ada sejumlah materi yang diberikan, seperti mengerjakan tugas di Google Classroom, materi kurikulum dan kesiswaan.
“Untuk feedback-nya nanti kami beri materi terkait kurikulum dan kesiswaan. Ada materi semangat konstatinian (spiritual), materi wiyata mandala, hingga tata krama (bijak menggunakan aplikasi),” papar Maria Yosi Felicia SPd, Ketua Pelaksana MPLS.
Seluruh siswa kelas VII wajib mengikuti MPLS. Mereka berasal dari wilayah pulau Jawa dan luar Jawa. Siswa yang berasal dari luar Jawa yaitu dari Sorong, Wamena, Tarakan, hingga Kupang. Sekolah ini juga sebagai salah satu SMP yang menerapkan budaya multikultural. Yosi mengatakan, dalam MPLS kali ini juga dibarengi dengan kegiatan awal tahun (KTA) yang diikuti oleh 136 siswa kelas VIII dan 136 siswa kelas IX. Ini bertujuan untuk me-refresh para siswa agar mengingat kebiasaan-kebiasaan yang ada di sekolah secara daring.
“Kegiatannya seperti menulis jurnal, agenda, maupun presensi,” pungkasnya.
Kepala SMPK Kosayu 2 Lidwina Utari Apriyanti SPd menambahkan, sekolah dituntut untuk inovatif. Sebab, semua kegiatan beralih ke daring. Tetapi, tidak menuntut kemungkinan sistem tatap muka juga harus dilakukan. “Karena manusia sebagai makhluk sosial, paling tidak setiap anak itu ada tatap muka. Minimal sekali per anak. Agar jiwa sosialnya tidak hilang,” tegasnya.
Pewarta: Rofia/ Afif
Editor : Shuvia Rahma