Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ada Materi Bijak Pakai Aplikasi di MPLS SMPK Kosayu 2

Shuvia Rahma • Senin, 12 Juli 2021 | 20:39 WIB
Salah satu pengajar SMPK Kosayu 2 menyapa siswa baru dalam MPLS. (Rofia/Radar Malang)
Salah satu pengajar SMPK Kosayu 2 menyapa siswa baru dalam MPLS. (Rofia/Radar Malang)
MALANG KOTA - Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sangat penting bagi SMPK Kolese Santo Yusuf (Kosayu) 2. Pasalnya, membentuk karakter siswa salah satunya dengan melalui kegiatan itu. Masa pandemi menjadi momen yang sulit bagi sekolah dalam merealisasikan MPLS. Tapi, SMPK Kosayu 2 punya strategi yang inovatif. Yakni melaksanakan MPLS secara daring.

Pelaksanaan MPLS itu berjalan selama satu minggu mulai Sabtu lalu (10/7) hingga Sabtu mendatang (17/7). Ada sejumlah materi yang diberikan, seperti mengerjakan tugas di Google Classroom, materi kurikulum dan kesiswaan.

“Untuk feedback-nya nanti kami beri materi terkait kurikulum dan kesiswaan. Ada materi semangat konstatinian (spiritual), materi wiyata mandala, hingga tata krama (bijak menggunakan aplikasi),” papar Maria Yosi Felicia SPd, Ketua Pelaksana MPLS.

Seluruh siswa kelas VII wajib mengikuti MPLS. Mereka berasal dari wilayah pulau Jawa dan luar Jawa. Siswa yang berasal dari luar Jawa yaitu dari Sorong, Wamena, Tarakan, hingga Kupang. Sekolah ini juga sebagai salah satu SMP yang menerapkan budaya multikultural. Yosi mengatakan, dalam MPLS kali ini juga dibarengi dengan kegiatan awal tahun (KTA) yang diikuti oleh 136 siswa kelas VIII dan 136 siswa kelas IX. Ini bertujuan untuk me-refresh para siswa agar mengingat kebiasaan-kebiasaan yang ada di sekolah secara daring.

“Kegiatannya seperti menulis jurnal, agenda, maupun presensi,” pungkasnya.

Kepala SMPK Kosayu 2 Lidwina Utari Apriyanti SPd menambahkan, sekolah dituntut untuk inovatif. Sebab, semua kegiatan beralih ke daring. Tetapi, tidak menuntut kemungkinan sistem tatap muka juga harus dilakukan. “Karena manusia sebagai makhluk sosial, paling tidak setiap anak itu ada tatap muka. Minimal sekali per anak. Agar jiwa sosialnya tidak hilang,” tegasnya.


Pewarta: Rofia/ Afif
Editor : Shuvia Rahma
#JPRM #mpls malang #smpk kosayu malang #mpls