Ketua Aptisi Komisariat IV Wilayah VII Jawa Timur Prof Dr Dyah Sawitri SE MM mengatakan jika aplikasi belajar tersebut nantinya akan digunakan untuk memudahkan mahasiswa dalam mengakses informasi pembelajaran. ”Nanti aplikasi itu bisa dinamakan Ruang Dosen atau Ruang Sains,” tuturnya kemarin (14/7).
Perempuan yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Gajayana (Uniga) itu menambahkan, rencana membuat aplikasi tersebut akan dibahas pada 28 Juli mendatang. Sebanyak 64 anggota Aptisi akan diundang untuk membahasnya. Pertemuan itu juga akan digunakan untuk evaluasi pembelajaran selama 1,5 tahun terakhir.
Sebenarnya, Dyah menambahkan, sejumlah PTS di Kota Malang telah memiliki learning management system (LMS) atau sistem pembelajaran daring sendiri. Hanya, pihaknya ingin adanya terobosan baru terkait kemudahan belajar.
Wanita berhijab itu tak ingin pandemi dibuat alasan untuk tidak belajar.
”Mau bagaimana lagi, pandemi ini menjadi tantangan untuk dunia pendidikan agar tak sampai menurunkan kualitas pendidikan,” imbuh dia.
Sementara itu, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) juga menerapkan hal yang sama. Sepanjang pandemi, mereka telah menciptakan program sistem pembelajaran dalam jaringan. Aplikasi yang mereka ciptakan yakni Spada.
Spada merupakan sistem yang dibentuk untuk mempermudah metode pembelajaran perkuliahan secara daring. Mahasiswa dapat mengakses aplikasi itu secara mudah, kapan saja, dan di mana saja.
”Sistem itu akan mempermudah bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan perkuliahan secara daring dan dapat diakses secara mobile,” kata Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unikama, Rina Wijayanti MPsi beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan jika aplikasi tersebut cukup berdampak signifikan. Utamanya saat pembelajaran rutin tiap hari hingga pelaksanaan ujian. Mahasiswa tak lagi kesusahan karena bisa diakses lewat gadget masing-masing. Untuk semester depan, Unikama tetap akan menggunakan sistem tersebut.
”Aplikasi ini (Spada) juga memudahkan mahasiswa baru yang tahun ini belum bisa bergabung secara tatap muka,” tutup Rina. (adn/c1/by/rmc)
Editor : Shuvia Rahma