Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berdemokrasi Sejak Dini, SD di Malang Ini Gelar Coblosan Virtual

Ahmad Yani • Kamis, 2 September 2021 | 03:27 WIB
Pemilihan ketua tim jurnalistik SDK Santa Maria 1 Kota Malang yang digelar secara virtual. (ist)
Pemilihan ketua tim jurnalistik SDK Santa Maria 1 Kota Malang yang digelar secara virtual. (ist)
MALANG KOTA – Upaya menumbuhkan kreativitas dan jiwa pemimpin harus dimulai sejak dini. Hal itu yang ditunjukkan para siswa siswi SDK Santa Maria 1 Kota Malang saat memilih ketua tim jurnalistik dengan menggelar coblosan virtual.

Kegiatan yang digelar secara daring tersebut diikuti siswa yang tergabung dalam kegiatan ekstrakulikuler jurnalistik 9 Agustus lalu. Pemilihan ketua dan wakil ketua tersebut dilakukan dengan cara unik. Masing-masing kandidat diminta memilih lambang atau simbol dan wajib mempresentasikan lambang beserta maknanya. Sebelum pengambilan suara, sepuluh kandidat ada yang memilih lambang naga, elang, putih, teratai, singa, semut, mawar hingga lumba-lumba. Tiap kandidat diwajibkan berkampanye untuk meyakinkan peserta.

Antonius Vito Ersanto Endro yang akrab dipanggil Vito memilih lambang semut. ”Andai teman teman memilih saya, kita semua saya jamin dapat menyelesaikan masalah. Mengapa? Perhatikan segerombolan semut yang berjalan beriringan membawa makanan. Seolah-olah makhluk ini sedang melakukan kegiatan gotong royong. Pekerjaan yang berat sekalipun akan menjadi ringan karena budaya gotong royong,” jelasnya.

Sementara itu, calon lain Rheiner Peter Dwi Widiatmoko memilih Burung Elang sebagai lambangnya. Rheiner menyatakan ingin membawa anggota tim jurnalistik untuk memiliki cita cita yang tinggi seperti burung elang yang selalu terbang tinggi walau ada badai serta akan membawa peserta jurnalistik untuk mau bekerja keras, pantang menyerah dan punya karakter kuat. ”Teman-teman akan bisa rajin menulis dari pengalaman sehari dengan berbagai rubrik seperti cerita bergambar, berita, cerpen, poster atau pendapat,” ujarnya.

Sedangkan Mikael Maximus Ariadi dengan lambangnya lumba-lumba akan menjadikan semua tim jurnalistik seperti lumba-lumba yang suka menolong siapapun yang butuh bantuan. ”Peserta jurnalistik akan selalu suka menolong dan selalu lebih banyak mendengar dulu baru berbicara,” jelasnya.

Setelah masing-masing calon berkampanye, pemilihan dilakukan. Hasilnya, Rheiner Peter Dwi Widiatmoko memperoleh dukungan terbanyak dengan 4 suara. Disusul Gerald Adhyastha dan Mikael Maximus Ariadi masing–masing mendapatkan 2 suara.

Pembina Eskul Jurnalistik SDK Santa Maria 1 Drs AMZ Supardono menyatakan, pemilihan ketua tim digelar sebagai media latihan para siswa berdemokrasi sejak dini. ”Siswa juga belajar tentang spirit dari sifat-sifat baik hewan agar dapat diterapkan dalam kehidupan nyata,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDK Santa Maria 1 Malang Antonius Riyadi SPd mengatakan, kegiatan ekstrakuler harus sejalan dengan kegiatan intrakurikuler serta kokurikuler. ”Siswa harus terus melatih ketrampilan abad 21 yang kritis, kolaboratif, komunikasi serta kreativitas melalui berbagai kegiatan, salah satunya ekskul jurnalistik ini,” terangnya. Dia menambahkan, pentingnya membangun karakter siswa dan mimpi masa depan lewat hal hal sederhana yang ada di sekitarnya.

Pewarta: Roisa


Editor : Ahmad Yani
#SDK Santa Maria #JPRM #Jurnalistik #Kota Malang #Coblosan virtual #malang