MALANG KOTA - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Kimia, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) menambah keterampilan tenaga kerja Indonesia di Tomarin, Okinawa Jepang. Beberapa kegiatan yang dilakukan diantaranya sosialisasi produk jangkar detektor kerusakan terumbu karang, pelatihan pembuatan hand sanitizer dan pelatihan batik jumput dan batik ecoprint.
PKM yang didanai hibah PNBP UM tahun 2021 itu digawangi oleh dosen Jurusan Kimia FMIPA. Ketua Tim Pengabdian Dr Sc Anugrah Ricky Wijaya MSc. Serta Dr Irma Kartika Kusmaningrum MSi dan Daratu Eviana Kusuma Putri MSc sebagai anggota pengabdian.
Ketua Tim PKM Dr Sc Anugrah Ricky Wijaya MSc menyampaikan Tomarin, Okinawa Jepang merupakan salah satu lokasi dimana banyak orang Indonesia yang bekerja sebagai nelayan. Berdasarkan pengamatan ketua tim selama menempuh studi di Okinawa Jepang, para pekerja Indonesia yang berada di kawasan tersebut kurang memahami tentang pentingnya pengetahuan lingkungan maritim dan perkembangannya. Beberapa mengabaikan pentingnya keamanan saat bekerja. Bahkan terjadi perubahan pola hidup yang jauh dari Indonesia sehingga menyebabkan kurangnya respek terhadap pentingnya kehidupan agama. “Bahkan kecenderungan untuk meninggalkan norma agama dan mengikuti pola budaya masyarakat sekitar,” ujarnya.
Hal yang tak kalah penting yang ditangkap tim saat observasi adalah para pekerja Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan dan meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan potensi di sekitar. Sehingga akan mendongkrak pendapatan para pekerja. “Permasalahan tersebut yang mendasari kami untuk membuat PKM Luar Negeri. Hasil Pengabdian ini diharapkan akan menambah wawasan ilmu dan ketrampilan teman-teman pekerja Indonesia, dan juga di peruntukkan sebagai media sosialisasi teman-teman Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang saat ini menempuh studi lanjut di S2/S3 di University of Ryukyus, Okinawa,” terangnya.
Di sisi lain, Anugrah menyebutkan bahwa banyak warga negara Indonesia yang bekerja sebagai nelayan di Tomarin. Namun, sebagian besar nelayan tersebut belum banyak dibekali dengan pengetahuan sains dan kemaritiman yang baik maupun pemanfaat wisata yang sangat minim. Oleh karenanya, Tim pengabdian bersama ketua PPI Okinawa 2021 Bayu Kreshna Adhitya Sumarto MSc berkomitmen dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diberikan pada pogram ini dapat menjadi salah satu bekal untuk mengembangkan kampung tomarin sebagai kampung unggulan nelayan yang memili ciri khas budaya bangsa Indonesia.
“Pengetahuan tentang kemaritiman dititikberatkan pada pemaparan sains kelautan untuk memperkuat kampung Tomarin mengenal sains kimia kelautan. Yakni dengan pengenalan remote sensing dalam produk Jangkar Detektor Kerusakan Terumbu Karang dan alat prototipe PMHS (Propeller Mixing Hand Sanitizer).
Produk ini sudah jauh dipersiapkan ketua pengabdian bersama staf dosen dan mahasiswa Prodi S1/S2 kimia, mahasiswa Prodi S1 Fisika, mahasiswa Prodi S1 teknik elektro UM. Produk ini mendapatkan HKI dan paten nasional. Produk ini telah disosialisasikan dan telah diaplikasikan oleh nelayan tomarin,” papar Anugrah.
Selain itu, anggota tim pengabdian Dr Irma Kartika Kusmaningrum MSi dan Daratu Eviana Kusuma Putri MSc secara bergantian menggelar pelatihan pembuatan batik secara hybrid learning. Khususnya pelatihan pembuatan batik jumputan dan ecoprint berbasis green chemistry. “Harapannya, pelatihan ini bermanfaat bagi nelayan-nelayan untuk meningkatkan taraf ekonominya,” harap Dr Irma Kartika Kusmaningrum MSi. (bin/dik) Editor : Didik Harianto