Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Evaluasi PTMT, Dua Pelajar SMP di Kota Malang Positif Covid-19

Farik Fajarwati • Selasa, 9 November 2021 | 17:00 WIB
Protokol kesehatan tetap menjadi perhatian sebab pada Oktober lalu tercatat dua siswa yang dinyatakan positif Covid-19. (Darmono/Radar Malang)
Protokol kesehatan tetap menjadi perhatian sebab pada Oktober lalu tercatat dua siswa yang dinyatakan positif Covid-19. (Darmono/Radar Malang)
MALANG KOTA - Dua siswa SMP negeri di Kota Malang dinyatakan positif terpapar Covid-19. Temuan itu merupakan hasil dari evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) terbatas yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kota Malang Dodik Teguh Pribadi menyebut, temuan kasus tersebut terjadi pada Oktober lalu. Meskipun belum termasuk klaster sekolah, temuan tersebut membuktikan bahwa para siswa masih rentan terancam tertular Covid-19.

Karena itu, pengetatan protokol kesehatan (prokes) di sekolah harus tetap diperhatikan. Sebab, potensi munculnya klaster sekolah bisa terjadi kapan saja. Dodik menjelaskan, temuan kasus itu berawal ketika dua siswa akan memasuki lingkungan sekolah. Saat dilakukan pengecekan menggunakan thermo gun, suhu tubuh kedua anak tersebut terbilang tinggi. Tak mau ambil risiko, pihak sekolah langsung melakukan tes antigen dan hasilnya mereka positif Covid-19.

"Virus ini belum menyebar di sekolah, jadi awalnya dari rumah siswa. Setelah ditelusuri anak tersebut rumahnya di mana, ternyata lingkungan tempat tinggal banyak yang positif Covid," ujar Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kota Malang Dodik Teguh Pribadi.

Sebagai langkah pencegahan, Disdikbud Kota Malang menginstruksikan melakukan tes antigen kepada seluruh pihak yang melakukan kontak erat. Total dilakukan tes terhadap 54 guru dan karyawan dan 59 murid serta 3 mahasiswa PPL. "Alhamdulillah tidak ada temuan kasus positif lagi," kata Dodik.

Di sisi lain, temuan dua kasus positif selama dua bulan PTMT dengan pemberlakuan prokes ketat tersebut berhasil mencegah  penyebaran Covid-19 di sekolah.

Selain itu, keberhasilan menekan penyebaran Covid-19 di sekolah karena vaksinasi telah diberikan kepada  guru  maupun murid SMP.  "Semua peserta didik SMP sudah mendapatkan vaksin, kecuali yang memiliki komorbid dan tidak diizinkan orang tua. Jumlah itu sangat kecil dibanding keseluruhan yang mendapat vaksin," tuturnya.

Selain itu, terdapat juga SOP yang dibuat oleh masing-masing sekolah ketika melakukan proses pembelajaran. Misalnya, pemisahan pintu masuk dan pintu keluar siswa.

Dodik juga mengimbau seluruh kepala sekolah untuk melaporkan langsung jika ditemukan kasus positif Covid-19. Hal ini bertujuan mencegah penyebaran yang lebih luas, hingga berujung klaster baru dari dunia pendidikan.

"Kata kuncinya jangan takut lapor ketika ada kasus positif. Langsung saja dilaporkan ke puskesmas, agar langsung dilakukan tes swab. Supaya tidak menyebar ke teman lainnya," tandas Dodik. (adk/nay/rmc) Editor : Farik Fajarwati
#Klaster Sekolah #pembelajaran tatap muka #PTMT #pelajar Covid-19