Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Teliti Down Syndrome, Mahasiswa UMM Raih Medali Emas Internasional

Didik Harianto • Selasa, 28 Desember 2021 | 01:33 WIB
Tim mahasiswa UMM usai menerima penghargaan berkat gagasan alat-aplikasi down syndrome.
Tim mahasiswa UMM usai menerima penghargaan berkat gagasan alat-aplikasi down syndrome.
Hasil tidak akan mengkhianati usaha adalah ungkapan yang tepat disematkan pada tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Berangkat dari simpati kepada saudara-saudara yang mengidap down syndrome, mereka sukses menciptakan aplikasi terapi khusus yang menarik.

Gagasan itu jugalah yang membawa mereka meraih Gold Medal di ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiade (I2ASPO). Meski begitu, bukan perkara mudah bagi tim ini untuk merancang hingga menciptakan aplikasi. Rintangan demi rintangan mesti dilalui agar ide yang ada, tidak hanya menjadi angan belaka.

“Beberapa kali kami menemui masalah. Begitupun saat prototipe sudah selesai, kami harus melakukan uji coba pada mereka yang mengidap down syndrome. Bukan hal mudah untuk meminta tolong kepada para wali mereka agar diizinkan mencoba aplikasi ini,” ungkap Satria Filalli, ketua tim.

Satri dan rekan-rekannya meyakini bahwa prestasi ini bukanlah akhir. Akan ada banyak langkah serta proses yang akan dilewati agar terobosan yang dibuat tidak hanya memberikan kebaikan kepada tim saja. Namun, harus bisa menyasar dan menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan.

Dalam aplikasi itu, tim UMM telah menyematkan beragam fitur dan teknologi untuk kebutuhan terapi. Dilengkapi dengan komponen UNO R3 dan RFID Reader, alat aplikasi akan menampilkan gambar hewan lengkap dengan suaranya masing-masing. Pengguna hanya perlu memiliki kartu akses yang ditempelkan sehingga aplikasi bisa bekerja.

Gambar-gambar 3D itulah yang nantinya membantu menstimulasi ingatan jangka pendek pengidap down syndrome. Stimulan berulang yang diterima akan membangun dan membentuk ingatan jangka panjang yang baik bagi anak berkebutuhan khusus.

Satria tidak sendirian, ia ditemani oleh Dicky Marcellino Akbar (Teknik Elektro), Moh Miftachul Fadhli (Akuntansi), Retno Muji Rahayu (Ilmu Teknologi Pangan) dan Daininggis Restu Ilahi (Teknik Sipil). Kelima mahasiswa itu tergabung dalam satu tim yang sama-sama berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Ilmiah (FDI) UMM.

Satria dan tim ingin alat ini bisa dikembangkan lebih baik lagi, terutama dalam aspek proses terapi. “Kami berharap alat ini benar-benar bisa diimplementasikan secara luas oleh pihak SLB maupun para orang tua yang merawat anak-anak berkebutuhan khusus.” harapnya. Editor : Didik Harianto
#Prestasi internasional #Mahasiswa malang #down syndrome #UMM #mahasiswa umm