Namun, melihat perkembangan kondisi yang ada saat ini, UWG mengurungkan kebijakan tersebut. Rektor UWG Dr Agus Tugas ST MT mengatakan, pihaknya dirinya akan mengubah kebijakan itu. “Kita nanti akan tetap PTM namun hanya 50 persen saja,” ujarnya. Keadaan yang tidak satu pun bisa memprediksi ini membuat siapa saja kecewa tidak terkecuali Agus, sapaan akrabnya.
Sebab, saat digagas rencana PTM 100 persen pihaknya telah mempersiapkan berbagai skema. Di antaranya yakni pengaturan jadwal agar perkuliahan tidak berpusat di waktu-waktu tertentu. Selain itu, Agus juga tetap membatasi kapasitas mahasiswa dalam satu kelas. Untuk itu, dirinya telah menyiapkan kelas-kelas tambahan bagi kelas yang melebihi kapasitas ruang.
Diketahui, sejumlah kampus di Kota Malang keder juga untuk melanjutkan rencana kuliah tatap muka. Hal itu karena makin melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Malang. Mereka pun membatalkan rencana kuliah tatap muka alias kembali daring. Sejumlah kampus memang bersemangat memberlakukan kebijakan pembelajaran tatap muka(PTM) semester genap tahun ajaran ini. Selain Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB), kampus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) dan Universitas Widyagama (UWG) juga bersiap kuliah luring. (dre/nay)
Editor : Mardi Sampurno