Mereka adalah Prof Imam Santoso, Prof Unti Ludigdo dan Prof Widodo. Tiga calon rektor ini mengungguli tiga bacarek lainnya. Yakni Prof Candra Fajri Ananda, Prof Marjono dan Andy Fefta PhD. Pada pemihan suara yang digelar kurang lebih selama dua jam itu, Imam Santoso yang merupakan Dekan FTP meraih suara terbanyak dengan total 29 suara. Disusul posisi kedua ada Dekan Vokasi Unti Ludigdo dengan 27 suara dan Dekan FMIPA Widodo di posisi ketiga dengan 19 suara.
Sementara itu tiga bacarek yang gagal lolos pada tahapan selanjutnya, Candra Fajri mendapat 8 suara, Marjono 3 suara dan Andy Fefta yang baru dilantik menjadi Dekan FIA meraih 3 suara. Jumlah total suara yakni 90 dari 93 Senat Akademik Universitas (SAU) yang terdaftar di UB.
Tiga suara tidak dihitung disebabkan dua anggota SAU berhalangan hadir karena menjalani ibadah umrah. Sementara satu suara dinyatakan tidak sah. Dengan telah terpilihnya tiga bacarek di atas, giliran SAU menyerahkan tiga nama tersebut ke Majelis Wali Amanah (MWA), yang memiliki wewenang memilih Rektor UB periode 2022-2027. Imam Santoso, Unti Ludigdo dan Widodo ini ibaratnya yang akan bertarung di babak final. Karena dari tiga itu, nanti hanya satu yang dipilih menjadi pucuk pimpinan kampus terbesar di Malang Raya ini.
Sementara itu, pada proses pemilihan suara hingga penetapan calon nampak berjalan lancar. Tidak ada protes berlebihan dari kubu yang tidak terpilih. Ketiga bakal calon yang gagal, sepertinya sudah legawa dengan keputusan yang ditetapkan. Usai pemilihan, Prof Marjono memilih tidak banyak berkomentar terkait hasil pemilihan. Hanya saja dari kontestasi tahun ini, ada pelajaran yang dipetik oleh dirinya bersama tim, agar di pertarungan selanjutnya bisa lebih maksimal. ”Saya belajar bahwa mereka lebih kompak dari kami. Pelajaran untuk ke depan, kami bersama teman-teman akan belajar lebih kompak lagi. Jadi ini juga peringatan kepada kami, untuk kembali ngopeni adik-adik,” terang kandidat yang merupakan kader GMNI itu.
Ketua SAU yang juga merupakan pimpinan sidang Prof Dr Ir Arifin MS menuturkan, tidak adanya protes dari pihak yang kalah, dikarenakan panitia sudah menjalankan rangkaian pemilihan calon rektor sesuai dengan aturan yang ada. Tahapan selanjutnya, SAU akan menyerahkan tiga nama calon beserta berita acara Sidang Pleno Pemilihan Calon Rektor UB kepada pimpinan MWA. Di antara anggota MWA ada Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi yang juga mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Menko Polhukam Mahfud MD. ”Nanti 21 Mei rencananya seluruh anggota MWA akan datang mendengarkan paparan visi dan misi dari tiga calon rektor UB,” tutur Arifin. Sebelum melakukan pemungutan suara, Arifin terlebih dahulu menawarkan untuk dilakukan musyawarah menentukan tiga calon terpilih. Namun akhirnya tidak mencapai mufakat, sehingga harus dilakukan pemungutan suara.
Dijelaskannya, setiap anggota SAU memiliki satu suara untuk memilih calon rektor UB. ”Ini hasil maksimal kita dapatkan, untuk tiga calon kita ucapkan selamat. Kepada lainnya terima kasih, namun kesemuanya siap kerja sama membangun UB ke depan,” kata Guru Besar Fakultas Pertanian itu.
Sedang calon rektor yang meraih suara terbanyak Imam Santoso mengungkapkan, proses Pilrek UB hingga pemilihan calon berlangsung dengan baik. Diyakininya, bahwa tiga calon yang terpilih merupakan putra terbaik UB untuk memimpin kampus tersebut selama lima tahun ke depan. Selanjutnya, Imam mengatakan akan mempersiapkan diri untuk memaparkan visi misi dan program kerjanya kepada 17 anggota MWA. ”Semoga apa yang dihasilkan ini menjadi pertimbangan utama MWA. Tentunya kita menghargai apresiasi MWA terhadap proses maupun calon yang akan dipilih,” ungkap pria berusia 54 tahun itu.
Sementara itu calon rektor UB yang menempati posisi kedua Unti Ludigdo menyampaikan rasa syukurnya bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya. Sama seperti Imam, Dekan Vokasi itu akan mulai mempersiapkan diri untuk kembali memaparkan visi misinya di hadapan MWA. ”Saya akan menyampaikan paparan visi misi, untuk mengembangkan UB ke depan dalam perspektif MWA. Harapan saya pribadi mencapai yang terbaik,” ucapnya. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada media massa dan anggota SAU yang memberikan kepercayaan kepada dirinya sebagai salah satu calon rektor UB. ”Di antara kami (enam bakal calon) tidak ada pengotakan. Bisa dilihat ketika memaparkan visi misi, jalinan pertemanan sangat luar biasa dari seluruh bacarek. Karena niatan kami adalah bersama berjuang meningkatkan reputasi, prestasi dan mutu UB,” tandas pria yang juga pernah menjabat sebagai Dekan FISIP itu.
Calon terakhir yakni Dekan FMIPA Widodo mengatakan, ke depan bagaimana UB sebagai kampus besar, harus lebih memiliki relevansi dengan dunia industri. Menurutnya itu adalah hal yang sangat pokok. UB juga memiliki peluang besar untuk berkontribusi terhadap perkembangan SDM di Indonesia. ”Sehingga, UB ke depan harus memahami kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Widodo. Ditambahkannya, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemendikbudristek menurutnya sangat positif bagi pengembangan akademik. Ditekankan Widodo, mahasiswa UB harus benar-benar memanfaatkan program tersebut. (adk/dre/abm) Editor : Mardi Sampurno