Perwakilan tim Belaluya Moch Septian Yoga P menuturkan sebelum mengikuti ajang tersebut, timnya telah melakukan tujuh kali uji coba. Di antaranya merubah desain, mencari efisiensi tertinggi dengan cara beban jembatan yang menampung dibagi berat jembatan, dan percobaan lainnya. "Pernah mengotak-atik pengen jembatan ringan saat latihan, ternyata saat hari H nya berbeda. Kalau trial 60-70 kg, kalau pas hari H bebannya lebih 70 sampai 80 kg," katanya.
Ia dan timnya yang lain berharap, di tahun berikutnya Tim Teknik Sipil Unisma bisa tetap Jaya di ajang kompetisi. Sehingga dapat mempertahankan gelar yang diperoleh. "Kami ingin menularkan ilmu ke adik tingkat agar raihan juara ini tetap bisa dipertahankan," ucapnya.
Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Kegamaan, dan Publikasi Unisma Dr Ir H Badat Muwakhid MP mengatakan pihaknya terus mendorong mahasiswa Unisma untuk mengikuti perlombaan. "Ketika mendaftarkan diri mengikuti lomba, maka akan kami fasilitasi. Ketika nanti juara 1, 2, ataupun 3 pihak kampus akan memberikan uang pembinaan dan bebas SPP," katanya.
Unisma juga terus mendorong agar mahasiswanya terus berprestasi. Sehingga dengan begitu mereka akan membawa nama kampus Unisma di kancah nasional bahkan internasional. Kampus menargetkan mahasiswanya bisa meraih juara 1, 2 maupun 3 di perlombaan tingkat nasional maupun internasional. (rof/dik) Editor : Didik Harianto