Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Persiapan Menuju PTN-BH, UIN Malang Datangkan Pakar dari UB

Didik Harianto • Kamis, 14 Juli 2022 | 19:15 WIB
Photo
Photo
MALANG KOTA - Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) menggelar Forum Group Discussion (FGD) rancang strategi menuju PTN-BH dan akreditasi internasional, Kamis (14/7). Gelaran yang diikuti seluruh pimpinan UIN Malang, baik rektor hingga kaprodi itu menghadirkan narasumber Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof Dr drh Aulanni'am DES.

 

Rektor UIN Malang Prof Dr HM Zainuddin MA menyampaikan sesuai dengan visi UIN Malang sebagai kampus unggul dan bereputasi internasional, maka pihaknya komitmen untuk segera mewujudkan hal itu. "Upaya menuju ke arah sana, kita harus belajar banyak dari kampus tetangga ini (UB), karena untuk peringkat kampus di dunia, UB sudah menempati rangking 800 dan di Indonesia (rangking) ke-lima," katanya.

 

Komitmen untuk mewujudkan international reputation dan recognition di lingkup UIN Malang, maka Zainuddin mengajak civitas akademika untuk terus menjalin relasi dan kolaborasi. "Jadi targetnya yang pertama adalah akreditasi internasional. Nanti Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) akan melaporan sudah berapa yang telah didaftarkan," katanya.

 

Dijelaskan Zainuddin, di lingkup Perguruam Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) saat ini belum ada yang mendapatkan status PTNBH. "Oleh karenanya kita harus tetap persiapkan. Kalau UIN Malang sudah mencapai international reputation dan recognition dan PTNB, saya pikir satu-satunya di PTKIN,"tegasnya.

 

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof Dr drh Aulanni'am DES menerangkan sejatinya proses akreditasi internasional di UB telah dilakukan sejak 2018, selanjutnya di 2019 hanya punya 12. Namun saat ini punya 50 prodi yang telah terakreditasi internasional. Dan targetnya akhir desember bisa 101 prodi.

 

"Itu memang kerja keras dari LPM dibantu oleh Pusat Penjaminan Mutu (PJM). Pun kita juga berhasil menumbuhkan jiwa kompetisi dari para dekan. Selain itu, para dekan juga kompak, bersahabat dan saling mendukung itu yang membuat kunci sukses," tambahnya.

 

Di sisi lain, Aulanni'am juga menjelaskan prinsip-prinsip dasar rekognisi internasional. Di antaranya, memperluas akses dan menjamin pengembangan pendidikan tinggi di skala internasional. Selanjutnya, mempromosikan pembaruan dan reformasi sistem maupun kelembagaan dengan tujuan meningkatkan kualitas, relevansi dan efisiensi setara internasional. Termasuk juga meningkatkan kemampuan sumber daya dalam mengembangkan mutu pendidikan tinggi dalam negeri setara internasional.

 

"Yang terakhir, harus mendukung pengembangan kemitraan dan kerjasama internasional," tandas Aulanni'am.

 

Informasi tentang UIN silakan kunjungi https://uin-malang.ac.id/ (bin) Editor : Didik Harianto
#UIN Maliki Malang #UIN #UIN Malang