BIOTIZE adalah sebuah produk inovasi hand sanitizer yang memanfaatkan bioetanol dari hasil fermentasi limbah kulit jeruk peras melalui proses hidrolisis enzimatis.
“Limbah kulit jeruk peras di area Kota Batu dan Kota Malang sangat berlimpah. Padahal kulit jeruk adalah limbah potensial yang mengandung senyawa lignoselulosa seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Bahan berlignoselulosa bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol generasi kedua dalam pembuatan hand sanitizer,” kata Prasasti Valentina Gustama.
Kegiatan PKM-K ini dilaksanakan pada 13 Juni – 30 September 2022 yang berlokasi di Laboratorium Bioproses POLINEMA dan Rumah Produksi di Jalan Silikat.
“Kegiatan ini kami awali dengan melakukan riset bahan baku dan alat yang akan digunakan di laboratorium dan produksi. Selanjutnya kami menganalisis peluang pasar produk, apakah produk mampu bersaing dengan hand sanitizer komersial di pasaran,” jelas Rizki.
Setelah itu tim mahasiswa membuat perjanjian dengan mitra penyedia bahan baku dan melakukan kegiatan di laboratorium. Kegiatan di laboratorium dibutuhkan untuk regenerasi jamur Trametes versicolor dan produksi crude enzim selulase. Selanjutnya kegiatan seperti produksi bioetanol, produksi hand sanitizer, komersialisasi dan pemasaran produk dilanjutkan di rumah produksi.
“Pemasaran produk kami lakukan secara online dan offline. Pemasaran secara online kami melalui sosial media instagram @biotize.id dan pemasaran secara offline melalui event-event seperti Expo Pameran Produk UMKM dan CFD,” ujar Robi.
Inovasi ini sangat bermanfaat untuk mengurangi limbah kulit jeruk bagi pedagang es jeruk peras sehingga akan mengurangi biaya retribusi limbah mereka. BIOTIZE ramah lingkungan berbasis limbah sehingga harganya sangat terjangkau.
“Diharapkan daya beli masyarakat akan meningkat dengan harga produk yang terjangkau sehingga masyarakat dapat menerapkan budaya GERMAS (Gerakan Kesehatan Masyarakat) dalam kehidupan sehari-hari,” harap Aurelia.
Dosen pembimbing tim, Khalimatus Sa’diyah ST MT mengatakan program ini adalah batu loncatan dari ide mahasiswa menjadi start up yang sangat potensial untuk dikembangkan. Kompetensi tim sangat mendukung produksi BIOTIZE dan tim melakukan pemasaran produknya dengan gencar.
“Semoga kedepan BIOTIZE bisa diproduksi dalam skala besar, banyak pelanggan dan punya kantor sendiri,” harap dosen Jurusan Teknik Kimia ini. (bin) Editor : Didik Harianto