"Tak hanya mengharumkan nama Kota Malang. Tapi prestasi ini juga mengharumkan nama pendidikan vokasi. Sehingga kami tidak akan menyia-nyiakan hal ini. Karena pintu sudah terbuka lebar dan siswa lain semakin termotivasi dengan prestasi yang tidak kami sangka sebelumnya ini," ucap Kepala SMKN 3 Malang Dra Lilik Sulistyowati MSi, Senin (12/9).
Sehingga atas prestasi tersebut, Lilik berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi kedua siswa yang sudah go internasional itu. Dengan cara mendorong kedua siswa menempuh pendidikan di bangku perkuliahan. Agar life skill yang dimiliki terus berkembang. "Saya melihat memang kedua anak ini semangatnya tidak putus-putus. 1,5 bulan mengerjakan baju sampai malam. Tapi mereka tidak sedikitpun mengeluh," tambah guru pembimbing tata busana Ana Isro Iliani MPd.
Sementara itu, kedua siswa yakni Nadiah serta Jecy memberikan gambaran singkat terkait baju hangat yang dibuat itu. Yakni menceritakan tentang terasiring di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusomo, Kabupaten Malang. Kontur terasiring diaplikasikan pada potongan kain yang menjadi motif baju.
"Kalau ditanya perasaan ya senang sekali. Soalnya pertama kali ke luar negeri," tutur Wang Sinley Viriya Jecynta. Begitu juga dengan Nadiah. Dirinya mengatakan hal yang sama. Menurutnya, Ia bisa mengambil banyak pembelajaran di pusat mode dunia itu. (fif/dik)
INSPIRASI NGADAS: Dari Kiri, Kepala SMKN3 Malang Dra Lilik Sulistyowati MSi, Nadiah Atha Syakirah Ibrahim, Wang Sinley Viriya Jecynta, Ana Isro Iliani MPd serta pendamping Tata Busana DR C Agus Sunandar SPd MSn. Editor : Didik Harianto