Mereka berlomba untuk menunjukkan ”Informasi tersebut bisa menjadi pandangan bersama. Bisa juga untuk sharing penelitian,” terang Syaad. Dia kemudian mencontohkan misalnya ada ide penelitian dari UM lalu bisa dibahas dengan peneliti dari universitas lain. Apalagi seni kriya bisa menjadi opsi untuk bahan baku terbarukan. Jika mengandalkan teknologi, maka keahlian manusia untuk berkreasi akan semakin berkurang.
Di samping itu salah satu pembicara dalam forum diskusi itu, Prof Dr Ponimin mengatakan, seni kriya untu memperkuat eksistensinya perlu dibahas. Mengingat hanya sebagian anak muda yang mau berkreasi di seni kriya. ”Saya ingin menekankan bagaimana seorang peneliti dari perguruan tinggi seperti saya membagi pengalaman dalam kreasi seni. Di mana kreasi seni tersebut berbasis akademik,” terangnya. (dur/adn) Editor : Mardi Sampurno