Para siswa eligible atau dinyatakan memenuhi kriteria berlomba-lomba mendaftar ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Namun, ada sebagian siswa memilih tak ikut andil dalam pendaftaran yang mengandalkan nilai rapor tersebut.
Mayoritas pelajar SMK yang dinyatakan eligible memilih mundur.
Ada sejumlah alasan mengapa para siswa memilih mundur.
Seperti di SMKN 2 Malang, tercatat dari 46 siswa eligible, enam di antaranya memilih mundur.
”Akhirnya saya buka kesempatan terbuka bagi siapa saja yang ingin menggantikan,” ujar Guru Bimbingan Konseling (BK) SMKN 2 Malang Ihdanul Fahminuddin A. (Bersambung dihalaman selanjutnya)
Padahal, di SMKN 2 Malang tahun ini punya sebanyak 248 siswa eligible.
Sebab, total siswa kelas XII tahun ini mencapai 620 orang.
Namun, dalam menentukan siswa eligible tak cukup dengan pemeringkatan saja.
Baca Juga : Belum Semua Siswa Eligible Mendaftar SNBP
Pria yang akrab disapa Rizal itu mengatakan, ada beberapa siswa yang sebenarnya masuk eligible namun tidak mau untuk mendaftar SNBP.
”Alasannya macam-macam mulai dari yang ingin langsung bekerja hingga memutuskan untuk menikah setelah lulus,” ucapnya.
Dirinya mencontohkan pada jurusan pekerjaan sosial.
Jika nanti yang berminat lebih dari enam, Rizal mengaku untuk penentuannya melalui pertimbangan pemeringkatan sebelumnya.(Bersambung di halamanya selanjutnya)
Hal yang sama dilakukan oleh Guru BK SMKN 5 Malan Nurul Duariyati.
Pihaknya mengaku dari 218 siswa yang ditetapkan sebagai siswa eligible. Namun 12 di antaranya memutuskan mundur.
Sehingga, posisi yang kosong harus dicarikan penggantinya dengan berbagai cara. Salah satunya menarik peringkat yang berada di bawahnya untuk naik.
Baca Juga : Link Pendaftaran SNBP 2023, Hari Ini Siswa Eligible Bisa Daftar
Nurul, sapaan akrabnya menyampaikan kuota siswa eligible yang tidak terpenuhi berasal dari jurusan kriya saja.
Dia menyebut jumlah total siswa kelas XII tahun ini sebanyak sekitar 547 siswa.
Untuk kuota, SMKN 5 Malang mendapat kuota sebanyak 218 siswa eligible yang berkesempatan untuk mendaftar SNBP.
”Jadi kalau kemarin masih tersisa sekitar 12 yang kosong, artinya saat ini siswa kami yang memutuskan melanjutkan studi ke perguruan tinggi sebanyak sekitar 206 siswa,” pungkasnya. (dre/adn) Editor : Aditya Novrian