”Ada 750 mahasiswa baru yang terdaftar menggunakan KIP-K, mungkin jumlah itu bisa saja bertambah,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof Dr Ir Imam Santoso MP, kemarin.
Jumlah itu bisa bertambah lantaran setiap jalur penerimaan mahasiswa menyediakan kuota khusus bagi penerima KIP-K. Meski begitu. belum ada kuota khusus yang ditetapkan oleh UB. Pria yang akrab disapa Imam itu menyebut tahun ini ada sebanyak 6.798 pendaftar SNBP yang merupakan calon penerima KIP-K.
Itu artinya, dari jumlah total pendaftar SNBP di UB, 17 persen merupakan calon penerima KIP-K. Mengingat pendaftar sebelum diumumkan siapa yang bakal diterima sudah tembus di angla 39.842 orang.
Pada tahun lalu, UB menerima sebanyak 1.634 maba penerima KIP-K. Total ada Rp 9,3 miliar dana setiap semester yang dikucurkan pemerintah pusat bagi maba penerima KIP-K itu.
”Sebab, mereka akan mendapat bantuan biaya hidup sebesar Rp 5,7 setiap semesternya,” tegas Imam. Artinya, setiap bulannya, maba penerima KIP-K dijatah Rp 950 ribu.
Dana tersebut tidak termasuk untuk membayar UKT. Pasalnya, maba yang dinyatakan lolos sebagai penerima KIP Kuliah akan secara otomatis terbebas dari biaya UKT yang harus dibayarkan setiap semesternya. Sehingga, dengan begitu mahasiswa bisa fokus belajar tanpa memikirkan biaya pendidikan. (dre/adn) Editor : Aditya Novrian