Sesuai data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, sebanyak 59 SD negeri tidak mampu memenuhi pagu. Puluhan sekolah yang kekurangan murid itu tersebar di lima kecamatan.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Dodik Teguh Pribadi mengatakan, jumlah pagu kosong di masing-masing sekolah beragam. Ada yang kurang satu siswa, tapi ada juga yang kurang hingga 32 siswa. Hingga kini, sekolah-sekolah yang kekurangan murid tengah membuka PPDB offline. Tujuannya untuk menutup kekurangan yang ada. ”Tak ada jangka waktu untuk (perpanjangan) PPDB secara offline tersebut,” ujar Dodik kemarin.
Berbeda dengan PPDB online yang berlangsung tiga hari, yakni 22-24 Mei lalu. Sementara, hasilnya diumumkan pada Jumat (26/5). “Kalau PPDB offline ini fleksibel saja. Yang penting bisa dilakukan hingga sebelum masuk tahun ajaran baru 2023/2024,” ucapnya.
Dia menyampaikan, pasca-pengumuman hasil PPDB pada Jumat lalu (26/5), dia langsung menyebar form untuk mendata sekolah-sekolah yang belum memenuhi pagu. Dari catatannya, sementara ini hanya 59 sekolah saja yang melaporkan kurang murid. Bisa jadi jumlahnya akan bertambah. ”Tetap akan kami update datanya,” tandasnya.
Pejabat eselon III itu mengatakan, ada peningkatan jumlah kekurangan murid di setiap sekolah. Menurutnya, hal itu akibat menurunnya jumlah anak usia SD di Kota Malang. Sehingga beberapa sekolah tahun ini mengalami kekurangan siswa yang ekstrem. “Kalau kekurangannya lebih dari 30 siswa, artinya satu rombel masih kosong,” pungkasnya.
Dalam PPDB online, lanjutnya, Calon Peserta Didik Baru (CPDB) hanya bisa memilih satu sekolah. Sehingga kebanyakan mereka akan memilih satu sekolah yang diincar. Setelah pengumuman, pendaftar yang tidak diterima akan mencari sekolah lainnya yang membuka PPDB offline.
Salah satu sekolah yang mengalami kekurangan siswa paling banyak yakni SDN Lowokwaru 1. Kepala SDN Lowokwaru 1 Malang Kurniati mengatakan, ada 32 kursi yang masih kosong. Dia menyebut, baru tahun ini sekolahnya kekurangan peminat. Meski tahun lalu tak sampai menolak siswa, dia mengatakan, setidaknya dua rombel yang dibuka penuh hanya dengan PPDB online.
Meski begitu, di hari pertama pembukaan PPDB offline kemarin (29/5) dia menerima dua pendaftar. ”Sehingga sekarang kekurangan siswa kami berkurang. Jadi tinggal kurang 30 siswa,” ungkapnya. (dre/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana