Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3 Kampus di Malang Tambah Mahasiswa Jalur SNBT

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 22 Juni 2023 | 19:00 WIB

 

 

Tiga kampus negeri di Kota Malang dipastikan telah menerima 10.577 mahasiswa baru dari jalur SNBT, yaitu UB, UM dan UIN Maliki.
Tiga kampus negeri di Kota Malang dipastikan telah menerima 10.577 mahasiswa baru dari jalur SNBT, yaitu UB, UM dan UIN Maliki.

MALANG KOTA - Tiga kampus negeri di Kota Malang dipastikan telah menerima 10.577 mahasiswa baru dari jalur SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes). Yang pertama ada Universitas Negeri Malang (UM), yang menerima 3.466 mahasiswa.

Selanjutnya ada Universitas Brawijaya (UB) yang menerima 5.734 mahasiswa. Sementara Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menerima 1.377 mahasiswa. Penerimaan mahasiswa baru lewat jalur SNBT di tiga kampus Malang itu diumumkan serentak 20 Juni lalu pukul 13.00 melalui website Kemdikbud.go.id.

Pengumuman tersebut merupakan hasil dari UTBK-SNBT (Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tes) yang digelar pada 8-14 Mei (gelombang I) dan 22-28 Mei (gelombang II) lalu. Itu artinya, di Malang, saat ini tinggal tersisa jalur mandiri di tiga kampus negeri.

Wakil Rektor I UB Prof Imam Santoso mengatakan, jumlah mahasiswa yang diterima dari jalur SNBT di tahun ini lebih banyak dari kuota yang dibuka. Sebab, UB memberikan jatah 30 persen untuk jalur tersebut, atau setara dengan 4.650 kuota. Artinya, UB menerima 1.084 mahasiswa lebih banyak dibanding kuota aslinya.

Imam menyebut bila itu memang disengaja. Sebab, potensi angka mahasiswa yang tidak melakukan registrasi ulang perlu diantisipasi. Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi ulang itu akan menyisakan kuota. Nah, kuota itu akan dilimpahkan untuk jalur penerimaan selanjutnya. Sementara, jalur penerimaan hanya tersisa satu jalur saja. Yakni jalur mandiri.

Otomatis kuota yang tersisa akibat tidak registrasi ulang itu akan dilimpahkan ke jalur mandiri. ”Padahal untuk jalur mandiri kami tidak boleh menerima lebih dari 50 persen dari total pagu yang dibuka,” ucapnya. Lebih lanjut, Imam menyebut bila kampusnya memiliki peminat SNBT tertinggi di Indonesia. Jumlah peminatnya mencapai 62.327 orang.

Imam lantas menyebut beberapa program studi (prodi) yang paling diminati calon mahasiswa baru. Di antaranya kedokteran, psikologi, dan hukum. ”Kedokteran kemarin dilamar 3.305 pendaftar. Sedangkan prodi psikologi ada 3.248 pendaftar,” kata dia. Sementara itu, prodi hukum diminati 3.156 orang.

Serupa dengan UB, UM juga menerima lebih banyak mahasiswa dari jalur SNBT. Semula, pagu yang dibuka untuk jalur tersebut hanya 30 persen, atau setara dengan 2.619 kursi. Namun, di tengah perjalanan, UM mengajukan revisi pagu.

Sebab, tahun ini peminat UM melonjak. Di jalur SNBT kemarin, UM dilamar 29.339 pendaftar. Itu artinya hanya 11 persen dari total peminat yang akhirnya diterima oleh UM. Jika dibandingkan dengan jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) yang sudah digelar sebelumnya, peminat UM mengalami peningkatan sebanyak 17 persen. ”Di jalur SNBP ada 25.036 pendaftar,” kata Rizky.

Ada beberapa jurusan di UM yang paling diminati pendaftar di jalur SNBT. Di antaranya farmasi, ilmu komunikasi, teknik informatika, gizi, dan psikologi. ”Peserta SNBT yang sudah dinyatakan lolos akan diberikan waktu mulai hari ini (kemarin) hingga 26 Juni untuk registrasi ulang,” ucapnya.

Jika tidak melakukan registrasi ulang, otomatis akan dianggap gugur. Disinggung terkait persiapan penerimaan mahasiswa baru lewat jalur mandiri, Rizky menyebut bila pihaknya telah mempersiapkan jauh-jauh hari. Di tahun ini, UM akan menggelar seleksi perdana di empat daerah.

Karena itu, peserta TMBK (Tes Masuk Berbasis Komputer) di UM nantinya tak perlu jauh-jauh datang ke Kota Malang. Pasalnya tahun ini UM menggelar TMBK di Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan UM. ”Nanti peserta TMBK-UM bisa memilih lokasi tes yang paling dekat. Sehingga, tidak perlu jauh-jauh ke Kota Malang,” kata dia.

Pihaknya menyebut bila saat ini pendaftaran TMBK-UM sudah dibuka. Waktu pendaftarannya berlangsung sejak 22 Mei hingga 9 Juli mendatang. Rizky menjelaskan, ada empat jenis seleksi pada jalur mandiri UM. Yakni seleksi mandiri jalur prestasi, seleksi mandiri jalur skor UTBK-SNBT (Ujian Tulis Berbasis Tes-Seleksi Nasional Berbasis Tes), seleksi mandiri jalur kemitraan, dan seleksi mandiri TMBK-UM.

UIN Maliki Siapkan 1.409 Kuota Mandiri

Terpisah, Kepala Bagian Akademik UIN Maliki Malang Imam Ahmad menyebut, ada 1.377 mahasiswa yang diterima di tempatnya melalui jalur tes tulis nasional. Seluruhnya merupakan pendaftar yang berhasil menyisihkan 3.473 kandidat lainnya.

”Untuk kuota kami juga melakukan revisi dari jalur SNBP. Sebab, ada pendaftar yang tidak melakukan daftar ulang, sehingga kami ajukan untuk memenuhi kuota pada SNBT dan jalur-jalur lainnya dengan jumlah sekitar lima sampai 10 persen,” papar dia.

Imam melanjutkan, selain SNBT saat ini UIN sudah mencatat 1.129 mahasiswa. Mereka adalah pendaftar yang sudah resmi diterima dan mendapat NIM (nomor induk mahasiswa). Terdiri dari mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBP sebanyak 519 orang, jalur SPAN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) dengan 482 orang, dan 128 orang untuk program Beasiswa Teladan dari UIN Maliki.

”Kami juga sedang menunggu pengumuman untuk UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, red) yang akan disampaikan 23 Juni,” imbuh dia. Untuk diketahui, seleksi masuk pada perguruan tinggi negeri Islam seperti UIN Maliki terbagi menjadi beberapa jalur. Yakni SNBP dan SPAN, SNBT dan UM-PTKIN, serta yang terakhir adalah jalur mandiri.

”Terkait berapa kuota jalur mandiri masih akan diumumkan, tapi jumlahnya sekitar 20 persen. Rencananya, tes akan berlangsung pada 12 Juli,” tambah Imam. Mekanisme tes jalur mandiri tidak jauh berbeda dengan UM-PTKIN, yakni dengan cara online, tapi pengerjaan soalnya langsung di kampus.

Ditambahkan Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Maliki Malang Prof Dr Umi Sumbulah MAg, untuk jalur mandiri pihaknya mengalokasikan sekitar 1.409 kuota. ”Terdiri dari kuota untuk prodi umum sebanyak 744 peserta, sementara sisanya adalah kuota untuk prodi keagamaan,” sebut dia. (dre/mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kampus di malang #SNBT